RiderTua.com – Boleh dibilang Toyota sudah menjadi salah satu merek mobil yang sukses menjual mobil listrik secara global. Mereka mampu mencatatkan hasil penjualan yang cukup bagus, walau sebenarnya itu tidak bertahan cukup lama. Diketahui kini Toyota akan mengurangi produksi mobil listriknya pada tahun 2026. Tentunya ini terjadi akibat penurunan kondisi pasar global belakangan ini.
Toyota akan Kurangi Produksi Mobil Listrik Mulai Tahun 2026
Meskipun mobil listrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan, itu saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan pemberian harga jual yang terjangkau. Apalagi perawatannya dianggap lebih sulit dari mobil konvensional maupun hybrid, sehingga inilah yang menjadi penyebab penurunan tren model BEV selama beberapa tahun terakhir. Belum lagi merek mobil asal Negeri Tirai Bambu harus mendapatkan tarif pajak yang tinggi di sejumlah kawasan.
Jelas ini menimbulkan dampak pada hasil penjualannya yang menurun, termasuk penurunan kondisi pasarnya. Toyota melihat ini sebagai sesuatu yang harus ditangani, sebab merakit banyak mobil listrik jelas tidak akan memberi keuntungan jika keadaan pasarnya menurun. Sehingga mereka akan mengurangi produksi model BEV miliknya menjadi 400 ribu unit mulai tahun 2025.

Tren Menurun
Awalnya Toyota sempat memasang target produksi 1,5 juta unit mobil listrik di tahun 2026 dan 3,5 juta unit pada 2030. Memang itu hanya sebatas target saja, dan mereka kini mulai menguranginya menyusul kondisi pasarnya yang tidak begitu bagus dalam beberapa bulan terakhir. Jika rencananya gagal, maka mereka tidak akan mampu mencapai target di tahun 2030 tersebut.
Entah apakah ini juga berpengaruh pada peluncuran mobil listrik terbarunya, termasuk dua model SUV. Toyota nantinya akan mulai fokus menghadirkan sejumlah model hybrid, termasuk plug-in hybrid (PHEV).






