RiderTua.com – Sebelumnya Toyota diketahui melakukan kesalahan aplikasi sertifikasi mobilnya di Jepang. Sehingga ketiga mobilnya yang terdiri dari Corolla Fielder dan Axio, serta Yaris Cross, harus dihentikan penjualan dan distribusinya ke dealer untuk diperiksa lebih lanjut. Namun ternyata Toyota tidak sendiri, karena masih ada merek mobil lainnya yang juga terlibat. Termasuk Honda yang malah melibatkan lebih banyak model.
▶Daftar Isi
Toyota Terlibat Dalam Skandal Sertifikasi Mobil di Jepang
Sebenarnya Toyota memang sempat mendapatkan sejumlah skandal yang melibatkannya. Dari pemalsuan data uji mesin diesel sampai hasil tes tabrak yang dilakukan Daihatsu, bahkan apa yang dilakukan Daihatsu sudah cukup lama. Kini mereka kembali dihadapkan dengan masalah lainnya, kali ini soal kesalahan sertifikasi mobilnya yang dijual di Jepang.
Meski banyak yang fokus pada Toyota dalam skandal ini, nyatanya mereka tidak hanya menjadi merek yang melakukan ini. Setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, ternyata ada merek mobil lainnya yang juga melakukan kesalahan sertifikasi. Yaitu Honda, Lexus, Mazda, dan Suzuki.

Tidak Berpengaruh ke Negara Lain
Honda menjadi merek yang memiliki banyak model yang disertifikasi tidak sesuai dengan regulasi, yaitu sebanyak 22 model. Terdiri dari CR-V, CR-Z, Odyssey, Fit dan Fit Shuttle (Jazz di Indonesia), Acty, Vamos, Vezel (HR-V), Stepwgn, Accord, Insight, Inspire, Legend, Freed, N-Box, N-One, N-Wgn, Grace, Jade, S660, dan NSX. Sementara merek lainnya hanya beberapa model, dengan Toyota yang juga melibatkan model seperti Crown hingga Sienta.
Sementara untuk merek lainnya hanya melibatkan satu model, seperti Lexus RX dan Suzuki Alto. Untuk Mazda, ada tiga model yang terlibat, yaitu MX-5 RF, Mazda2, dan Mazda6 atau Atenza. Meski banyak diantaranya juga dijual di luar negeri, masalah ini tidak akan berpengaruh ke negara lain. Sebab produsen memproduksi model yang dijual khusus di negara tujuan ekspor yang berbeda dengan model untuk pasar dalam negeri.






