Pecco Bagnaia Pernah Geber Motor MotoGP 1000cc Saat di Moto3

RiderTua.com – Menurut Pecco Bagnaia kemenangan bersama Aspar Mahindra di kelas Moto3 adalah momen terbaiknya.. Saat di kelas pemula tahun 2016 itu Pecco memenangkan dua balapan dan mendapat ‘hadiah’ berupa kesempatan untuk mencoba motor MotoGP dari desmosedici GP14, meskipun hanya 9 lap dengan motor milik tim Aspar MotoGP.. Francesco ‘Pecco’ Bagnaia merayakan #PerfectComb1nation setelah melewati garis finis di Valencia 2022, yaitu 21+42 = 63. Ini adalah kombinasi sempurna dari nomor startnya dari kelas Moto3 (Pull & Bear Aspar Mahindra Team), Moto2 (Sky Racing Team VR46) dan MotoGP (Pramac, Lenovo), yang membantu dalam perjalanannya memenangkan gelar di kelas utama.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkat Aspar pembalap pabrikan Ducati itu bisa mencicipi motor MotoGP saat tes Valencia pada 2016. Taruhan yang dimenangkan Pecco membuatnya bisa menggeber GP14 dalam 9 lap di tim Aspar MotoGP.

“Sebelum awal musim saya bertaruh. Saya membuat kesepakatan dengan Gino dan Aspar bahwa jika saya meraih dua kemenangan tahun itu, saya akan menguji motor MotoGP. Mereka setuju karena mereka pikir akan sulit bersaing dengan Mahindra. Tapi kami berhasil,’ ujar Pecco sambil tersenyum.

“Kontak pertama dengan motor MotoGP adalah perasaan yang luar biasa. Saya mengendarai motor Moto3 kecil dengan 1 silinder (max 60 hp) dan kemudian beralih ke sepeda motor dengan tenaga hampir 300 hp. Itu luar biasa,” imbuh Bagnaia masih antusias mengenang masa 6 tahun lalu.

Pecco Bagnaia: Kemenangan Bersama Aspar Mahindra adalah Momen Terbaikku

Di tim Aspar, Bagnaia merayakan kesuksesan pertamanya di kejuaraan dunia balap motor. Pada 2015, rider asal Turin-Italia itu berhasil naik podium Moto3 (finis ke-3) untuk pertama kalinya dengan Mahindra di Le Mans. Dan pada 2016, dia berhasil meraih dua kemenangan balap pertamanya di Assen dan Sepang. Bahkan Sirkuit TT yang menjadi lokasi sukses pertamanya diabadikan berupa tato di lengan kanan atas Pecco.

Pecco Bagnaia-Jorge Martin

“Kemenangan bersama Mahindra adalah salah satu momen terbaik dalam karir saya. Itu adalah momen yang fantastis, kemenangan pertama untuk Mahindra dan kemenangan pertama untuk saya pada saat musim berjalan dengan baik. Tetapi tidak ada yang percaya bahwa motor atau saya akan menang,” kata pembalap berusia 25 tahun itu.

Pecco menambahkan, “Jadi itu adalah momen yang sangat penting dalam karir saya, yang memberi saya kesadaran bahwa saya bisa menjadi pemenang. Kemenangan pertama di setiap kelas memberi kita banyak motivasi. Kita tahu bahwa kita bisa melakukannya.”

Murid Valentino Rossi itu melanjutkan, “Saya selalu memimpikannya. Tetapi banyak hal naik turun dalam perjalanan saya, saya mengalami banyak kesulitan dan masalah. Tapi saya tidak pernah kehilangan ambisi saya. Saya tidak pernah kehilangan keinginan untuk membuatnya menjadi nyata. Hingga big dream musim ini menjadi kenyataan dengan meraih gelar juara MotoGP.”

Pecco Bagnaia - Assen 2016
Pecco Bagnaia – Assen 2016

Saat Pecco Bagnaia memenangkan gelar dunia MotoGP di Valencia, Jorge ‘Aspar’ Martínez dan Gino Borsoi ikut merayakannya. Hal ini terlihat dalam sebuah foto yang diambil beberapa menit setelah pembalap pabrikan Ducati itu dinobatkan menjadi Juara Dunia 2022. Direktur olahraga VR46 Riders Academy Alessio ‘Uccio’ Salucci, manajer tim VR46 Pablo Nieto (Pecco memenangkan gelar Moto2 pada 2018) berpose bersama manajer Ducati Paolo Ciabatti dan Davide Tardozzi serta dua perwakilan tim Aspar, Jorge Martínez sendiri dan mantan direktur olahraganya Gino Borsoi (kini menjadi manajer tim Pramac Ducati).

“Jujur, saya sudah memimpikan gelar ini 6 tahun lalu. Ada perbedaan besar antara memimpikannya dan benar-benar melakukannya,” pungkas Pecco sambil tersenyum.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives