Franco Morbidelli Diganti Toprak: Komentar Negatif Unfaedah!

RiderTua.com – Untuk pertama kalinya, catatan musim Franco Morbidelli di tim pabrikan Yamaha sungguh memprihatinkan. Dengan hanya 42 poin dari 20 balapan (kalah 206 poin dari rekan setimnya Fabio Quartararo), rider berusia 27 tahun itu hanya menempati peringkat 19 di Kejuaraan Dunia. Hasil terbaiknya adalah finis ke-7 dalam balapan basah di Mandalika, dan hanya di balapan akhir musim di Valencia dia berhasil masuk 10 besar lagi di posisi ke-10. Sehingga muncul komentar negatif untuk segera menggantinya dengan Toprak meski kontraknya berdurasi 2 tahun hingga akhir 2023. Menanggapi komentar itu dengan santai Morbi menjawab bahwa komentar negatif harus segera dilupakan karena tidak ada manfaatnya..

Morbidelli (runner-up MotoGP 2020 dengan 3 kemenangan balap di Petronas-Yamaha) menjalani musim yang sangat sulit di tim pabrikan Yamaha. Ini jelas terbukti, tidak hanya dari hasil poin yang sedikit dan serangkaian penalti (kebanyakan karena berjalan di racing line ideal). Pembalap Italia keturunan Brasil yang dikenal dengan sikapnya yang santai dan ceria itu, juga sering terlihat bingung. Alih-alih jawaban yang spontan, dia mengekspresikan dirinya dengan serius dan jadi pendiam. Baru di penghujung musim dia tampak lebih santai lagi.

Franco Morbidelli: Lupakan Komentar Negatif

“Musim yang sangat sulit, tapi tim dan Yamaha selalu mendukung saya. Musim itu sulit. Tapi saya akan mengatakan, itu berakhir dengan baik. Karena kami berhasil mengubah pendekatan saya, untuk menjalani begitu banyak di bagian terakhir musim dan terutama di dua balapan terakhir sehingga saya bisa menangani motor ini jauh lebih baik. Saya senang tentang itu,” ujar Franco Morbidelli.

Franco Morbidelli
Franco Morbidelli

Sejauh mana pengaruh operasi ligamen cruciatum pada Juni 2021 di tahun 2022? “Tidak berpengaruh sama sekali,” tegas Morbidelli mengklarifikasi secara terbuka dan jujur.

Sebaliknya, gaya balapnya tidak sesuai dengan motor M1 saat ini, dia harus berubah total dan membalap lebih agresif. “Untuk mendapatkan potensi dari motor ini, kita harus menjadi pembalap dengan DNA yang sama sekali berbeda dari saya. Kami perlahan berhasil mengubah DNA saya tahun ini, terima kasih kepada tim dan Yamaha,” ujar rider murid Valentino Rossi itu.

“Kami tahu bahwa paket itu memiliki kelemahan. Tapi saya yakin mereka bekerja keras di Jepang untuk menyelesaikan masalah. Tapi penting bagi kami untuk menyelesaikan masalah yang saya alami sebagai pembalap, dalam hal gaya balap. Dan saya pikir kami telah berhasil melakukannya,” imbuh pembalap pabrikan Yamaha itu.

Juara Dunia Moto2 2017 itu adalah salah satu pembalap yang sedikit atau sama sekali tidak aktif di jejaring sosial. Kendati demikian, tentunya dia tak luput dari pertanyaan apakah Yamaha harus menggantikannya lebih awal meski kontraknya berdurasi 2 tahun hingga akhir 2023, misalnya dengan pembalap superbike Toprak Razgatlioglu?

Bagaimana Franky menghadapi kritikan publik terhadap dirinya? Bisakah dia dipengaruhi oleh kritikan tersebut, atau apakah dia malah mampu mendapatkan motivasi dari kritikan ini?

Morbido mengambil napas dalam-dalam dan kemudian menjelaskan, “Komentar dari para penggemar jauh lebih baik dan membuat kita merasa jauh lebih baik ketika itu positif. Ketika itu negatif menyakitkan. Rasa sakit yang perlu disingkirkan secepat mungkin. Komentar seperti itu tidak penting, meskipun mungkin sah-sah saja. Hanya komentar positif yang penting. Karena komentar positif menembus ke hati kita. Komentar negatif juga, tetapi kita harus melupakannya dengan sangat cepat.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Archives