Brad Binder: Untung Saya Bagus dalam Balapan Kalau Tidak Saya Bakalan Nganggur

Red Bull KTM Factory Racing RiderTua.com – Seperti diketahui, Brad Binder mendapatkan reputasi sebagai ‘Sunday Rider’. Pembalap Red Bull KTM itu mengatakan dalam sebuah wawancara, “Untungnya saya bagus dalam balapan, kalau tidak saya tidak akan punya pekerjaan.” Julukan ini jelas bukan tanpa alasan. Hal ini bisa dilihat dari hasil yang ditorehkan rider asal Afrika Selatan itu. Di Jerez, Brad berada di posisi grid ke-18 dan finis di posisi ke-8 dalam balapan. Di posisi grid ke-16 dan finis di posisi ke-7 dalam balapan di Le Mans. Kemudian di Montmelo, posisi grid ke-15 dan finis ke-8 dalam balapan. Di Sachsenring, menempati posisi grid ke-15 dan finis ke-7. Dan pada balapan TT Belanda-Assen, dia start dari tempat ke-10 dan finis ke-5. Muncul pertanyaan, jika Brad mampu tampil lebih baik di kualifikasi, apa yang akan terjadi dalam balapan?

Brad Binder: Untung Saya Bagus dalam Balapan Kalau Tidak Saya Bakalan Nganggur

Di Assen, Brad menjawab pertanyaan itu saat dia melesat dari posisi 10 di grid berhasil finis di posisi ke-5. Hal ini juga bisa membantu untuk melihat data statistik lain. Di seri terakhir sejauh ini dalam kondisi ‘normal’ (yaitu di trek kering), di mana Binder start lebih jauh di depan ketimbang dari baris ketiga, dia berhasil naik podium.

Maka tak heran jika Brad Binder dianggap oleh banyak kalangan dan bahkan oleh rekan-rekannya pantas berada di 5 besar kelas MotoGP saat ini. Ketika Pol Espargaro ditanya siapa dari semua pembalap yang paling menarik perhatiannya saat dia berada di trek? Tanpa ragu, dia menjawab, “Brad, itu jelas bagi saya. Saya adalah rekan setimnya dan saya tahu betapa bagusnya dia.”

Ketika Brad ditanya, mengapa dia tidak bisa menunjukkan dalam latihan apa yang bisa dia lakukan di balapan keesokan harinya? “Kami mengalami kesulitan saat memasang ban baru. Jika kita melihat catatan waktu yang saya lakukan di kualifikasi dan membandingkannya dengan catatan waktu di balapan, perbedaannya mungkin hanya 0,5 detik. Di sisi lain, pembalap lainnya 1,5 atau bahkan 2 detik lebih lambat ketimbang di kualifikasi. Bukan hanya saya, semua rider KTM kesulitan untuk mengatur catatan waktu yang baik pada hari Sabtu,” jawab rider berusia 26 tahun itu.

Tidakkah itu mengganggunya ketika, Brad melihat seberapa bagus dia dalam mode balapan dan seberapa buruk performa kualifikasi yang menghambatnya? “Dalam balapan, kami jelas baik-baik saja. Sejauh ini, tidak mudah untuk menjadi bumerang karena risikonya besar. Ketika kita memasuki tikungan pertama dan ketika kita harus menyalip, kita harus membebani ban. Kita kehilangan banyak waktu di tiga lap pertama,” imbuh kakak Darryn Binder itu.

Brad menambahkan, “Banyak faktor yang membuatnya sulit, tetapi pada akhirnya itu menunjukkan bahwa paket balap kami tidak jauh. Kita butuh langkah kecil yang bisa membuat perbedaan besar.”

Tapi kualifikasi tidak pernah menjadi kekuatan terbesar pembalap berjuluk Brad Attack itu, bahkan di Moto3 atau Moto2. “Memang benar, itu bukan kekuatan terbesar saya, tapi untungnya saya pandai balapan. Kalau tidak, saya bakalan nganggur,” tegas Brad.

Tipe pembalap seperti apakah Brad? Pembalap yang mencoba mengalahkan dirinya sendiri, atau pembalap yang bertarung untuk mengalahkan yang lain? “Kita harus kuat dan mencoba mengalahkan semua orang yang bisa kita kalahkan pada hari Minggu. Tetapi kita juga perlu melihat peningkatan. Jadi saya akan mengatakan keduanya penting,” ujar rekan setim Miguel Oliveira itu.

“Saya hidup untuk MotoGP setiap hari. Saya menonton video sebelum tidur dan saya bangun di pagi hari memikirkannya. Yang saya inginkan hanyalah menjadi yang terbaik yang saya bisa dalam pekerjaan saya. Jadi analisis di atas tidak mengejutkan saya,” ungkapnya.

Apakah Brad mengenal dirinya dengan sangat baik? “Ya, itu perlu,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page