Kepala Kru: Enea Bastianini Tidak Merasakan Tekanan

RiderTua.com – Dengan kemenangan MotoGP di Qatar, Austin dan Le Mans, nama Enea Bastianini melambung menjadi favorit sebagai rider kedua di tim pabrikan Ducati untuk musim 2023 di sebelah Pecco Bagnaia. Tetapi pembalap Gresini itu mengalami masalah yang semakin meningkat setelah GP Prancis, karena dia hanya mencetak 11 poin dalam 4 balapan berikutnya. Kini Bestia hanya menempati peringkat 5 dalam klasemen keseluruhan setelah 11 dari 20 balapan. Kepala Krunya, Alberto Giribuola mengatakan, Enea Bastianini tidak merasakan tekanan..

Kepala Kru: Enea Bastianini Tidak Merasakan Tekanan

“Saya belajar bahwa kualifikasi di kelas MotoGP menjadi sangat penting. Karena ketika kita start dari belakang, itu sangat sulit. Masalah terbesar adalah kita benar-benar kehilangan banyak waktu di dua lap pertama,” jelas Bestia.

Bastianini dibekali Desmosedici GP21 pada 2022. Sebuah keuntungan besar pada awalnya, tetapi bagaimana kurangnya pengembangan memengaruhi sisa musim? “Bekerja dengan tim sangat penting selama akhir pekan. Kami menemukan bahwa kami tidak boleh terlalu banyak mengubah motor, sehingga kami dapat mempunyai feeling yang sama tentang motor di trek balap yang berbeda,” imbuh Bastianini.

Kepala krunya Alberto Giribuola salah satu orang yang berjasa atas kesuksesan besar tersebut. Pria asal Italia itu bekerja untuk Andrea Dovizioso di tim pabrikan Ducati selama 5 tahun. Sekarang dia membuat Gresini sangat bahagia berkat kerjasama yang kuat dengan Bastianini.

“Saya pikir lingkungan selalu menjadi bagian dari kesuksesan. Tekanan selalu menjadi karakteristik pembalap. Enea tidak merasakan tekanan apapun,” jawabnya saat ditanya seberapa bagus suasana di tim Gresini.

Kepala kru yang akrab disapa Albi itu menambahkan, “Jika dia pindah ke tim pabrikan, maka dia akan bisa mengatasinya. Yang paling penting adalah dia memperhatikan bagaimana orang-orang di sekitarnya bekerja menuju tujuan yang sama. Kami banyak tercanda, bekerja dengan santai. Ini membantunya untuk menikmati balapan sehingga tidak tampak seperti pekerjaan tetapi dia dapat menikmatinya bersama teman-teman. Saya pikir itu yang membuat perbedaan terbesar.”

Bagi Albi, Bastianini adalah yang paling merasakan throttle. “Enea dapat nge-push motor hingga limitnya tanpa roda belakang spin sama sekali. Dia mendapatkan hasil maksimal dari akselerasi, tetapi pada akhirnya dia biasanya punya 10 atau 15 persen tersisa dibandingkan lawannya. Tahun lalu dia tidak bisa membalap di limit karena dia tidak mampu nge-push motor secara maksimal seperti yang harus kita lakukan di kualifikasi. Tahun ini dia beralih di kualifikasi,” tegas Giribuola.

“Kepercayaannya pada roda depan, terutama pada saat-saat terakhir saat berbelok di tikungan, sangat bagus. Dia bisa menghabiskan banyak waktu di sana karena dia masuk ke tikungan dengan kecepatan yang tinggi, tapi masih bisa melewati bagian tengah tikungan dengan sangat baik. Sesuatu yang sangat istimewa,” pungkas kepala mekanik asal Italia itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page