Jack Miller Banyak Belajar dari Honda

RiderTua.com – Musim 2022 ini, Jack Miller memasuki musim ke-8 di kelas MotoGP. Dengan perincian, 3 tahun pertama bersama Honda lalu 3 tahun selanjutnya pindah ke Pramac-Ducati dan kini JackAss menjalani musim keduanya di tim pabrikan Ducati. Pada musim 2021, rider asal Australia itu berhasil merayakan kemenangan di Jerez dan Le Mans, dalam klasemen dia menempati peringkat 4 secara keseluruhan. Di paruh pertama musim ini, Miller berada di peringkat 7 dalam klasemen. BTW, pada musim 2023 dan 2024, pemenang MotoGP empat kali itu akan pindah ke tim pabrikan Red Bull KTM untuk menggantikan Miguel Oliveira.

“Musim pertama saya pada 2016 di Marc VDS (Honda) masih sulit, saya banyak belajar. Itu adalah tahun pertama dengan ECU yang diseragamkan, Magneti Marelli. Tahun ini bukan tanpa kesalahan Miller juga sempat sleding Joan Mir, meskipun keduanya saling memaafkan dan mungkin insiden balapan ini memang seharusnya tidak mendapat hukuman (meskipun mendapat bullian dari netizen)

Jack Miller: Membutuhkan Kemauan dan Ketekunan

Dalam sebuah wawancara eksklusif, pembalap berjuluk Thriller Miller itu menceritakan tentang awal yang sulit dan penolakan beraninya untuk terjun ke kelas Moto2.

Sekarang Jack Miller berada di MotoGP musim kedelapannya atau musim kelima bersama Ducati. Setelah menempati peringkat 2 di klasemen Moto3 dengan KTM, dia langsung naik ke MotoGP untuk tahun 2015. Menilik kejadian masa lalu, apakah dia akan melakukannya lagi? “Saat itu saya mendapat kontrak HRC. Itu tidak terjadi setiap hari. Hal ini sama persis seperti itu. Saat itu saya punya kesempatan dan saya harus mengambilnya,” tegas rider berusia 27 tahun itu.

“Tentu, karir MotoGP saya tidak dimulai dengan mudah. Di LCR saya hanya mendapatkan Honda Open Class di sebelah Cal Crutchlow, seperti yang kita semua tahu. Jadi itu semacam kelas Moto2. Open Class adalah kejuaraan terpisah dalam Kejuaraan Dunia MotoGP. Honda produksi ini tidak mempunyai gearbox mulus, tidak ada katup pneumatik *(pneumatic valve), elektronik tidak berfungsi, mereka berasal dari Magneti Marelli. Honda RC213V masih digerakkan dengan elektronik Honda,” imbuhnya.

Miller menambahkan, “Tahun itu adalah pembuka mata, itu seperti membuka mata saya. Saya belajar banyak di musim 2015. Kini jika harus mengingat ke belakang, itu sulit. Saya tidak akan merekomendasikannya kepada pembalap lain. Kita membutuhkan kemauan dan ketekunan yang sangat kuat untuk menghadapi semua ‘omong kosong’ dalam konteks ini. Karena dari luar, saya punya motor MotoGP Honda yang saya kendarai di LCR.”

“Tetapi jika sekarang saya melihat gambaran keseluruhan setelah hampir 8 tahun, sejauh ini saya berhasil meraih 18 podium di MotoGP, termasuk 3 kemenangan dan saya berada di peringkat 4 di klasemen tahun lalu. Dan saya masih mengendarainya. Saya mempunyai kontrak pabrikan Ducati selama 3 tahun. Setelah musim ini saya akan pindah ke tim pabrikan KTM. Jadi saya bisa melihat kembali karir MotoGP yang panjang. Jadi ide yang bagus untuk langsung pindah dari Moto3 ke MotoGP.”

Menjelang musim 2015, Wakil Presiden HRC Nakamoto mengatakan bahwa Honda Open Class dengan tes rider Casey Stoner kalah hanya 0,3 detik dari waktu terbaik pabrikan Honda di Motegi. Pada tes pertama di Sepang Nicky Hayden mengeluh, “Saya kalah 0,3 detik di setiap short straight.”

“Saat itu 3 detik per lap. Setidaknya ya. Itu tidak sama. Tetapi bahkan di musim rookie saya, saya mengalahkan semua pembalap lain di Honda Open Class seperti Nicky dan Eugene Laverty dengan motor yang sama. Bahkan Nicky sang mantan juara dunia. Kemudian saya pindah ke Marc VDS-Honda dan mendapatkan motor pabrikan. Itu adalah Bilke yang bagus. Pada dasarnya itu adalah musim pertama saya di motor balap MotoGP,” lanjut tunangan Ruby Adriana itu.

Miller melanjutkan, “Musim pertama saya pada 2016 di Marc VDS masih sulit, saya belajar banyak. Itu adalah tahun pertama dengan ECU yang diseragamkan, Marelli. Bagaimanapun, saya memenangkan wet race di Assen. Dan pada akhirnya, di tahun ketiga saya di Honda pada 2017, saya bisa naik ke peringkat 11 secara keseluruhan. Kami melakukan pekerjaan yang baik dengan motor ini. Saya sepuluh kali finis di 10 besar.”

Sejak di Honda, Miller menarik perhatian sebagai spesialis hujan, bahkan dalam kondisi campuran dia selalu menjadi yang terdepan. “Ya, itu pasti membantu. Saya beruntung bisa cepat dalam kondisi basah. Ini menghilangkan banyak tekanan dari bahu kita jika kita tidak punya keterampilan yang cukup sebagai pemula MotoGP atau jika peralatan motor kita tidak berkualitas terbaik,” pungkas Miller.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page