Honda ADV 160 vs Aprilia SR GT 200, Pilih Mana?

HONDA RiderTua.com – Honda ADV 160 sudah diluncurkan di Indonesia beberapa waktu lalu. Motor matik ini diluncurkan lebih dulu dari calon rival barunya dari Aprilia, yaitu model SR GT 200. Baik Honda ADV 160 maupun Aprilia SR GT 200 sama-sama berupa skutik adventure. Walau keduanya jelas memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Baca juga: Honda Tetap Pede Bisa Menjual 4 Juta Unit Motor Tahun Ini?

Honda ADV 160 dan Aprilia SR GT 200

ADV 160 kini tampil lebih bongsor jika dibandingkan dengan model lamanya sebagai ADV 150. Ubahan ini tak jauh berbeda dengan PCX dan Vario 160 yang juga mendapat perlakukan serupa. Tapi tentu ini membuat tampilannya menjadi semakin elegan dan lebih sporty.

Selain model baru, ADV 160 mengusung mesin baru yang lebih bertenaga, dengan kapasitas mencapai 160 cc. Model ini juga membawa fitur seperti kontrol traksi, walau hanya bisa ditemukan pada varian tertingginya. Dengan ini, Honda punya modal untuk melawan calon rival terbaru dari Italia, yaitu Aprilia SR GT 200.

(Kumparan)

Motor Matik

Hingga kini Aprilia belum juga mengumumkan peluncuran skutik sporty-nya tersebut. Tapi model ini digadang-gadang sebagai pesaingnya ADV 160 karena mengusung mesin yang sedikit lebih besar, yaitu 174 cc. Apalagi dari desainnya juga mampu membuatnya menyamai ADV 160, atau mungkin juga termasuk model 150.

SR GT 200 dilengkapi dengan sejumlah fitur seperti ruang kompartmen bawah jok berukuran 25 liter serta suspensi dari Showa. Sementara untuk fitur lainnya kemungkinan akan diperlihatkan lebih lanjut setelah modelnya dirilis nanti. Aprilia sendiri masih belum juga mengumumkan tanggal peluncurannya.

Sehingga kini ADV 160 yang menguasai segmen motor matik adventure di Tanah Air untuk sekarang. Tapi nantinya model ini bakal bersaing dengan SR GT 200, walau memiliki kapasitas mesin yang sedikit berbeda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page