Pol Espargaro Tidak Menyalahkan Michelin: ‘Kita yang Gagal Beradaptasi’

RiderTua.com – Setelah menjalani pra-musim yang bagus dan berhasil naik podium di balapan pembuka musim MotoGP di Qatar, ekspektasi Pol Espargaro pun melambung tinggi. Namun dalam 9 balapan berikutnya, hasil terbaik rider Repsol Honda itu hanyalah finis di posisi ke-9. Dalam sebuah wawancara, dia mengkritik bahwa kecepatan reaksi Honda selama pengembangan sangat lambat. Honda punya tugas berat di musim panas. Senada dengan sang kakak yang juga berhati-hati berkomentar tentang Ban. Karena menurut kontrak, para pembalap MotoGP tidak boleh ‘menghujat’ pemasok ban Michelin. Oleh karena itu, Aleix Espargaro berkomentar dengan hati-hati mengenai hal itu. “Saya tidak tahu harus berkata apa tentang hal ini,” ujarnya.

Pol Espargaro: Tidak Menyalahkan Michelin Kita yang Gagal Beradaptasi

Pol Espargaro menjelaskan, “Ya, saya frustrasi. Di Argentina saya jatuh di tempat ke-4. Kemudian disusul crash, masalah teknis, cedera, dan yang terakhir saya terpaksa absen di balapan. Tentu saja saya juga merasa kecewa. Bahkan jika motornya tidak cepat, kita setidaknya harus menjadi yang tercepat dengan motor ini. Marc lebih cepat dari saya di beberapa balapan. Hasil saya seharusnya lebih bagus.”

Dari statement Pol tersebut, muncul pertanyaan seberapa berbeda motor dari awal musim dibandingkan dengan motor saat ini? Dan jika motornya bekerja dengan baik, mengapa diganti?

Pembalap berusia 31 tahun itu menjawab, “Motor dari awal musim tidak ada hubungannya dengan motor saat ini. Baik dari segi gaya balap maupun teknis. Saya tidak mengalami satu kali pun crash di seluruh pramusim. Ketika kita mengalami banyak sekali crash dan itu semua terjadi ketika kita berjalan lambat, berarti ada sesuatu yang tidak berfungsi sama sekali.”

“Ini adalah tanda yang sangat jelas bahwa ada sesuatu yang salah. Memodifikasi motor bukanlah hal mudah. ​​Ada banyak bagian pada motor yang tidak boleh kami ganti. Ban, misalnya,” imbuhnya.

Ban? “Ini adalah masalah yang tidak bisa kami tangani, kami tidak punya pengetahuan tentang itu. Ini bukan kritikan, saya tidak ingin ditafsirkan seperti itu. Tapi itu fakta, jelas dan sederhana. Ban adalah komponen motor yang tidak bisa kita kendalikan. Karakter ban bisa berubah 100 persen. Tidak menyalahkan Michelin, itu salah kami karena gagal beradaptasi dengan ban yang ada seperti pabrikan lainnya. Semua ban sama untuk semua tim,” tegas adik Aleix Espargaro itu.

Dalam Tes bagus

Ketika Pol ditanya, apakah sebagai referensi HRC karena ketidakhadiran Marc Marquez, dia salah tentang penilaian dan pernyataan dalam pengembangan Honda 2022? “Marc hadir pada tes di musim dingin. Kami selalu berdiskusi di pramusim, tidak hanya dengan dia tetapi juga dengan Taka Nakagami dan Alex Marquez. Keduanya juga sangat cepat selama tes, misalnya. Motor bekerja dengan sangat baik,” tegas rider asal Spanyol itu.

Pol menambahkan, “Tentu, Marc juga mengeluh tentang bagian depan karena itu menyebabkan dia bermasalah. Tetapi dia juga mengatakan bahwa kami akan melakukannya dengan sangat baik dengan motor ini. Pada saat itu, itulah kenyataannya. Keempat pembalap terkejut ketika segalanya tiba-tiba menjadi buruk bagi kami.”

Jika mendengarkan pernyataan Pol Espargaro, ini artinya bahwa liburan musim panas selama 5 pekan tidak akan membuat para insinyur di kantor pusat HRC bersantai.

“Saya pikir, jeda akan membantu Honda untuk menunjukkan reaksi besar. Dari semua masalah yang Honda miliki, yang terbesar adalah kurangnya respons kami dalam pengembangan. Kami sangat lambat. Kami punya masalah, ini jelas. Tapi kami punya masalah lain yakni tidak bisa membawa suku cadang baru. Hampir semua yang kami uji adalah suku cadang stok lama. Kami hanya mengujinya lagi. Sejak Qatar kami menguji sasis yang berbeda, itu sangat mirip dengan yang sudah ada. Hal yang sama berlaku untuk swing arm,” ujar suami Carlota Bertran itu.

Tertinggal Teknologi RHD

Pol Espargaro melanjutkan, “Dalam situasi sulit seperti sekarang, kami tertinggal dengan Rear Ride Height Device dan juga dalam pengembangan aerodinamis karena kami tidak punya grip. Dan kemudian kami tidak menguji apa pun yang membantu kami untuk meningkat. Saya berharap setelah musim panas akan lebih baik ke arah ini.”

“Saya tidak berpikir itu cara yang tepat di level MotoGP. Dan sebagai catatan, ini bukan karena kurangnya keinginan atau komitmen, tetapi karena waktu reaksi dari perkembangan lebih lanjut. Saya pikir, ketakutan membuat kesalahan yang kuat dalam budaya Jepang terlalu berlebihan. Tidak ada alasan untuk takut membuat kesalahan.”

“Bagi Honda, keselamatan adalah prioritas nomor satu. Mereka tidak ingin mencoba apa pun yang akan membahayakan keselamatan pembalap. Saya pikir itu bagus, sebagai pembalap saya menghargai itu. Tetapi ketika terjadi kesalahan, lebih berbahaya ketika pembalap melewati limit dan mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melakukan lap cepat dengan gigi yang tidak berfungsi. Itu akan meningkatkan keamanan jika kita mencoba sesuatu yang baru,” pungkas Pol Espargaro.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page