Kawasaki: Motor Trail Masih Punya Banyak Peminat

RiderTua.com – Kawasaki memang dikenal dengan produk motor sport-nya di Indonesia, seperti Ninja series. Tapi mereka juga menghadirkan produk jenis lainnya, seperti motor trail dan supermoto. Kawasaki menyebut segmen motor trail masih memiliki banyak peminat di Tanah Air. Jadi tak heran kenapa mereka memberikan penyegaran untuk KLX series miliknya.

Baca juga: Kawasaki KLX 150 di Tengah Persaingan di Kelasnya

Kawasaki Menyebut Segmen Motor Trail Memiliki Banyak Peminat

Sejauh ini pasar roda dua di Tanah Air berkembang dengan baik, walaupun berada di tengah krisis chip semi-konduktor. Motor matik masih menyumbangkan kontribusi penjualan terbesar jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Meskipun begitu, motor jenis moped hingga sport masih ada yang diminati oleh konsumen.

Lini produk motor trail yang dimiliki Kawasaki mencakup model KLX series, dari model 150 sampai 230. Sebenarnya model KLX inilah yang menjadi penyumbang penjualan motor Kawasaki di Indonesia selama ini. Sementara model seperti Ninja memang masih laris, walau tidak selaris KLX series.

(Motor1)

Banyak Peminat

Tingginya penjualan KLX series membuktikan kalau motor trail dan sejenisnya memiliki banyak peminatnya di Tanah Air. Kawasaki juga melihat pasar motor entry level masih berkembang dengan baik meski ditengah situasi krisis chip seperti sekarang. Mereka cukup lega karena produksi KLX masih berjalan dengan lancar.

Sebab produksi model seperti ZX-25R mulai mengalami gangguan akibat krisis chip tersebut. Namun sejauh ini baru model tersebut yang terkena dampaknya, sedangkan model lainnya tidak. Terlebih model terlaris Kawasaki seperti KLX tidak merasakan dampak serius akibat krisis ini.

Sehingga untuk ke depannya, Kawasaki akan terus menghadirkan penyegaran untuk KLX series. Tak lupa mereka juga memberi perhatian pada model jenis lainnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page