Kawasaki KLX 150 Punya Banyak Varian, Apa Saja?

RiderTua.com – Kawasaki KLX 150 dikenal sebagai lini produk motor trail andalan merek ‘Geng Ijo’ asal Jepang ini. Sebagai rival dari Honda CRF150L, KLX menawarkan sejumlah varian yang ada di pasar. Kini Kawasaki KLX 150 memiliki setidaknya enam varian di Indonesia. Sehingga menjadikannya motor trail satu-satunya di Tanah Air yang menyediakan banyak varian.

Baca juga: Kawasaki Ingin Hadirkan Motor Klasik Z400RS?

Kawasaki KLX 150 Memiliki Enam Varian di Indonesia

Mungkin banyak yang menduga kalau KLX 150L hanya ada satu di Tanah Air. Namun sebenarnya KLX 150 punya lebih dari satu tipe, selain 150L ada juga varian standar, SE, BF (Big Foot), BF SE, dan BF SE X-Treme. Secara garis besar, model standar dan BF masing-masing memiliki tiga varian.

Yang membedakan model standar dengan BF yaitu pada kaki-kakinya, seperti KLX 150 memiliki pelek depan 19 inci dan pelek belakang 16 inci. Namun untuk model KLX 150L, pelek depannya berukuran 21 inci dan belakang 18 inci seperti 150BF. Hanya saja model 150L tak memiliki shockbreaker upside down, melainkan shockbreaker teleskopik.

(Otosia)

Banyak Varian

Sementara model SE memiliki aksesori khusus yang tak dapat ditemukan pada varian standarnya. Seperti undercowl, cover yang menutupi sasis utama dengan sub-frame, serta hand guard. Varian BF memiliki aksesori tersebut, walaupun untuk dua varian lainnya masih memiliki perbedaan lainnya.

KLX 150BF SE X-Treme tampil beda dari varian lainnya, dimana desain bodinya jauh lebih mencolok dengan stripping yang menarik. Selain itu, warna kulit joknya juga cukup berbeda dengan model KLX 150 lainnya. Jadi tak heran kenapa varian X-Treme ini terkadang disebut sebagai varian tertingginya.

Sejauh ini Kawasaki masih memiliki model KLX lainnya di luar negeri. Tapi khusus di Indonesia, mereka mengandalkan model bermesin 150 cc saja.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page