Pecco Bagnaia: Mau Lempar Helm Tapi Tak Jadi

RiderTua.com – Kemenangan Pecco Bagnaia di balapan kandangnya di Mugello membuat dia melupakan hasil negatif yang selama ini ditorehkan di sirkuit Tuscany dan crash parah yang menyebabkan bahunya cedera di Le Mans 2 minggu lalu. Pembalap Ducati-Lenovo itu finis ke-3 pada tahun 2016 saat masih di Moto3. Tapi sejak naik ke MotoGP, sejauh ini dia belum pernah menorehkan hasil bagus disana. Tahun 2021 lalu, dia crash di lap kedua saat berhasil memimpin balapan. Dan pada 2019, Pecco hanya melahap 12 lap. Jelas kemenangannya ini sangat greget bagi murid VR46 itu. Ini adalah kali pertama penggemar diijinkan nonton balapan di sirkuit setelah 2 tahun. Itu yang membuat Pecco antusias melemparkan semua perlengkapannya ke penonton untuk merayakan kemenangannya, kecuali helm.

Pecco Bagnaia: Mau Lempar Helm Tapi Tak Jadi

Kemenangan Pecco Bagnaia mengukir sejarah, pembalap Italia menunggangi motor Italia. “Ini adalah sesuatu yang selalu saya impikan. Menang di Mugello sangat luar biasa. Tentu saja Misano adalah balapan kandang saya, tapi ini adalah balapan Italia. Luar biasa bisa menang di sini di salah satu sirkuit tersulit yang pernah ada. Luar biasa,” ujar pembalap berusia 25 tahun itu dengan senyuman khasnya.

Setelah lap kehormatan di depan 43.661 penonton dan award ceremony, Bagnaia menghadiri konferensi pers tanpa memakai sepatu dan sarung tangan. “Untuk pertama kalinya saya melihat banyak orang dengan bendera saya di tribun dan di Prato. Selama lap inspection, saya melihat ribuan orang dengan bendera di tikungan di depan Correntaio. Jadi setelah menang, saya tetap di sana dan melemparkan semua yang saya bisa ke arah penonton. Saya juga mempertimbangkan untuk melempar helm. Tapi saya tahu bahwa ada hukuman untuk berkendara tanpa helm. Makanya urung saya lakukan,” tambah murid Valentino Rossi itu sambil tersenyum.

Dengan kemenangan keduanya musim ini, pembalap asal Italia itu naik ke peringkat 4 dalam klasemen. Tetapi selisih poin dengan pemuncak klasemen Fabio Quartararo masih 41 poin.

“Kami bekerja sangat baik sepanjang akhir pekan dan setelah start yang tidak terlalu bagus, pada akhirnya saya berhasil menang. Kondisinya tidak semudah itu. Kemarin level grip lebih tinggi. Hujan pada malam hari mungkin secara tak langsung terlalu banyak membersihkan trek. Itu lebih sulit untuk mengatur ban belakang. Tapi saya sangat puas. Istimewa bisa menang di sini,” imbuh rider yang sering ditemani adiknya Carola Bagnaia saat balapan.

Faktanya, start dari posisi ke-5 di grid, Pecco sempat turun ke posisi 9 pada lap pertama. “Sebenarnya saya start dengan cukup baik. Tetapi masalahnya adalah ada satu Ducati di kanan dan dua di kiri jadi saya harus mematikan gas. Begitu banyak pembalap menyalip saya dan kemudian Marquez sempat menyentuh saya di tikungan 4,” katanya.

Pecco melanjutkan, “Itu tidak mudah. ​​Saya hanya mencoba untuk pintar mengelola ban. Ini sulit, karena pembalap-pembalap di depan saya selalu nge-push. Saya hanya mengambil keuntungan dari Ducati yang luar biasa di slipstream dan pintar dengan ban.”

Selain Bagnaia, dua murid VR46 lainnya bersinar di Mugello yakni Marco Bezzecchi dan Luca Marini yang finis di posisi 5 dan 6. “Saya ikut merasa sangat senang untuk Marco dan Luca, mereka melakukan pekerjaan dengan baik dan cepat sepanjang akhir pekan,” pungkas Pecco.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page