Jorge Martin: Saya Tak Pantas Dapat Penalti 3 Grid

RiderTua.com – Jorge Martin diturunkan ke posisi 14 di grid start di Mugello padahal dia awalnya posisi ke-11 di depan Marquez. Jelas hal ini membuat pembalap Pramac MotoGP itu tidak terima. Pembalap berusia 24 tahun itu tidak setuju dengan keputusan steward FIM yang menjatuhkan hukuman padanya. “Tidak, itu tidak benar. Saya tidak pantas mendapat penalti karena saya keluar jalur karena pembalap lain dan itu adalah konsekuensi dari apa yang telah dilakukan pembalap lain. Kalau tidak, saya tidak akan berada di trek sama sekali (crash). Tapi mereka sepertinya tidak mengerti itu dan hanya memberikan penalti di mana pun,” ujar Martin dengan kesal.

Jorge Martin Turun 3 Grid

Sebenarnya Jorge Martin memulai hari Sabtu dengan baik di Mugello. “FP3 berjalan bagus untuk saya, saya sangat percaya diri dan kecepatannya bagus. Kami kembali ke set-up standar saya, dengan sedikit perubahan. Ini adalah cara. Saya senang feeling itu kembali,” imbuhnya, setelah 5 kali crash dalam 7 balapan pertama musim ini.

Mengenai crash yang dialaminya di pagi hari, rekan setim Johann Zarco itu menjelaskan, “Saya crash karena saya menggunakan ‘ban belakang yang dipanaskan sebelumnya’. Saya melibas tikungan dan tanpa akselerasi, saya crash karena masalah kecil pada ban yang sudah dipanaskan.”

Di Q2, Martin finis ke-11 dalam kondisi trek yang sulit. “Kondisi di kualifikasi sangat berisiko dan saya tidak ingin mengambil risiko lagi. Itu sebabnya kami memulai sedikit lebih jauh ke belakang, tetapi kecepatannya bagus,” imbuh pembalap berjuluk Martinator itu.

Namun karena penalti grid untuk ‘irresponsible driving’ di akhir FP3, Martin hanya berada di urutan ke-14 di grid. Apa yang terjadi? “Pada lap terakhir saya dihadang oleh pembalap lain di FP3, itulah sebabnya saya harus masuk ke gravel trap. Kemudian saya sedikit membersihkan ban ketika pembalap lain datang. Saya mencoba memberi ruang. Kurasa aku juga tidak terlalu menghalangi jalannya. Tapi saya tetap mendapat hukuman dari stewards. Saya menerima hukuman itu dan fokus untuk balapan,” jawab Martin.

Para stewards mendengarkan keluhan Martin, tetapi dia tetap diberi hukuman. “Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka telah melihatnya, tetapi setengah jam kemudian saya tetap dihukum,” kata Martin kesal.

Selain itu, terdapat kritikan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kondisi lintasan saat kualifikasi. Karena treknya kering, makanya menggunakan ban slick. Pada saat yang sama, hujan terus turun di beberapa tempat.

Seberapa bahayanya kondisi itu? “Itu benar-benar sangat berbahaya. Lucu, kami berbicara banyak tentang keselamatan dan semua hal itu di Komisi Keselamatan dan kemudian kami pergi ke trek dengan ban slick saat hujan. Jika sesuatu terjadi, semua orang akan berteriak memprotes hal itu,” ujar Juara Dunia Moto3 2018 itu.

Dengan melihat kondisi cuaca seperti itu, Fabio Quartararo dan Aleix Espargaro menyerukan penundaan sesi kualifikasi. Martin sependapat dengan mereka berdua. “Saya pikir dalam keadaan seperti itu, kita harus berpikir lebih banyak dan mungkin harus menunggu. Setidaknya untuk kualifikasi agar kami bisa mengontrolnya, ditunda 15 atau 20 menit,” tegas Martin.

“Itu tidak makan banyak waktu, tapi itu akan jauh lebih baik bagi kita. Kami memasuki tikungan dengan kecepatan 200 km/jam, di tengah hujan dengan ban slick. Tentu beberapa pembalap tidak akan setuju dengan itu, karena itu memberi mereka kesempatan untuk mengambil risiko lebih banyak. Tetapi jika seseorang meninggal karena crash, itu bisa saja terjadi dan semua orang akan menangis,” pungkas Martin.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page