Johann Zarco Berandai-andai: Jika 27 Lap Saya Bisa Lebih Baik!

RiderTua.com – Johann Zarco berandai-andai jika 27 lap (bukan dipotong jadi 20 lap) dia yakin bisa lebih baik, mungkin bisa podium-2 atau bahkan menang siapa tahu?… Setelah sekian lama atau tepatnya di MotoGP Catalunya 2021, pembalap Pramac Ducati itu mampu kembali naik podium di Mandalika. Zarco finis ke-3 tepat dibelakang rekan senegaranya Fabio Quartararo (Yamaha) yang finis ke-2. Balapan Moto2 dan Moto3 digelar dalam balapan kering, namun beberapa saat sebelum race kelas utama hujan deras mengguyur sirkuit sepanjang 4,3 km itu. Itulah sebabnya, race MotoGP dipangkas dari 27 menjadi hanya 20 lap. Karena masalah aspal dan cuaca panas, lalu turun hujan.

Johann Zarco Berandai-andai Jika 27 Lap Dia Bisa Lebih Baik

“Secara signifikan trek lebih baik ketimbang saat tes sebelumnya. Kualitas aspal baru sangat tinggi, meski ada dua titik yang tidak kering pada hari Sabtu. Di tikungan terakhir, permukaan mungkin terkelupas karena operator tidak punya cukup waktu untuk mengaturnya dengan sempurna,” kata Zarco membela trek balap yang terletak di pulau Lombok itu.

“Kondisi cuaca yang sulit dengan panas dan hujan tentu saja tidak membantu untuk meletakkan aspal dengan sempurna. Jika kami melakoni balapan 27 lap pada 2023 nanti, itu akan lebih sulit bagi pembalap ketimbang aspalnya karena panasnya luar biasa,” imbuh rider berusia 31 tahun itu.

Saat konferensi pers usai balapan, Johann Zarco mengatakan, “7 putaran lagi akan baik-baik saja di lintasan basah. Itu akan membantu saya, karena saya butuh 15 lap untuk menemukan kepercayaan diri. Di lintasan kering, jarak full race akan sangat sulit, jadi secara fisik balapan yang dipersingkat akan jauh lebih nyaman. Dalam cuaca panas dan dengan banyak motor MotoGP di lintasan, aspal akan menjadi lebih buruk di beberapa tempat, jadi keputusan itu adalah tepat.”

Sesaat sebelum balapan, hujan turun dan start harus ditunda 75 menit. Apa yang dilakukan Zarco saat menunggu race dimulai? “Awalnya saya full konsentrasi untuk balapan. Ketika penundaan diumumkan, saya menunggu lama di pit untuk melihat bagaimana situasinya berkembang. Kemudian saya keluar dan mencoba untuk bersantai. Tapi sebagai pembalap saya siap untuk balapan,” jelas pembalap asal Prancis itu.

Zarco melanjutkan, “Ketika kemudian ditunda lebih lama, saya pergi ke kantor saya dan melepas baju balap saya. Kami mendengarkan musik dan bermain catur. Saya memeriksa rival saya dalam beberapa menit, itu memotivasi saya untuk balapan.”

Pembalap pabrikan Jack Miller dan Pecco Bagnaia belum pernah naik podium pada 2022, dan perkembangan GP22 lamban. Sementara Zarco berhasil meraih podium untuk pertama kalinya dengan mesin baru. Akankah seri selanjutnya sesuai dengan motor pabrikan? “Kami banyak bekerja di GP22 dan kami melihat adanya potensi besar. Sayangnya, saat ini kami tidak memiliki keseluruhan paket untuk meraih kemenangan,” jawab Zarco.

“Argentina seharusnya menjadi trek yang bagus untuk kami, karena saya menyukainya. Pada balapan berikutnya kami harus melihat di mana kami berada, karena tata letaknya sangat berbeda dan selalu ada kejutan. Saya memperkirakan akan mendapat masalah di Mandalika, dan pada akhirnya yang terjadi justru sebaliknya. Kami harus terus bekerja dan saya harap kami mendapatkan lebih banyak kendali atas motor,” pungkas rekan setim Jorge Martin.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives