Pol Espargaro: Michelin Bawa Ban Baru di GP Mandalika, Tes Pra Musim Sia-sia

RiderTua.com – Pol Espargaro mengatakan bahwa akibat Michelin membawa ban baru, sehingga hasil tes pramusim sia-sia..  Selama tes MotoGP di Sirkuit Mandalika pada bulan Februari yang lalu, pembalap Repsol Honda itu tampil impresif dengan catatan waktu terbaik dan akhirnya menempati posisi pertama dalam timesheet. Ketika Honda kembali ke Indonesia akhir pekan lalu, segalanya menjadi lebih rumit. Dengan Michelin membawa ban yang lebih keras ke Lombok, Espargaro merasa pekerjaan tes pada Februari lalu tidak ada gunanya. Pada hari Sabtu dia hanya lolos ke posisi 16 di grid. Dan pada balapan basah yang dipersingkat hanya 20 lap pada hari Minggu, dia finis ke-12 dan menjadi pembalap Honda terbaik. Karena rekan setimnya Marc Marquez tidak dapat ambil bagian dalam balapan perdana di sirkuit Mandalika setelah crash parah saat sesi pemanasan pada Minggu pagi, Pol Espargaro menjadi petarung tunggal.

Pol Espargaro: Michelin Bawa Ban Baru di GP Mandalika, Tes Pra Musim Sia-sia

“Visibilitas di awal sangat buruk dan kondisi semuanya sangat kotor. Saya tidak bisa menjaga motor di jalur balap dan saya hanya membalap mengikuti lampu belakang Pecco. Ketika dia melesat menjauh, saya menyusulnya dan kemudian saya sendirian di depan kelompok yang naik dari posisi ke-8 hingga ke-13. Ketika saya menyentuh kerb di tikungan terakhir, saya bahkan tidak tahu bahwa saya sudah membalap di atas kerb dan saya hampir jatuh,” ujar pembalap berusia 30 tahun itu menganalisis balapannya di lintasan sepanjang 4,3 km itu.

Pembalap Honda itu finis 33 detik di belakang pemenang Miguel Oliveira (Red Bull KTM). “Itu adalah mimpi buruk, saya tidak bisa melihat apa-apa, Saya sering tidak tahu di mana saya berada karena ada banyak genangan air. Semuanya tidak beres akhir pekan ini. Awalnya tidak terlalu buruk, tetapi kemudian kami memiliki masalah dengan ban dan kami tidak bisa lolos ke Q2,” tegas Espargaro.

Adik Aleix Espargaro (Aprilia) itu menambahkan, “Start balapan dari belakang sangat melelahkan dan di lap pertama saya mendapat begitu banyak kotoran dari pembalap-pembalap di depan. Saya dua kali menyentuh Pecco, tapi itu tidak disengaja karena saya tidak bisa melihatnya.”

“Dengan kru kami, kami akan menganalisis dengan tepat apa yang salah sehingga kami dapat menghindari kesalahan ini di masa mendatang. Kami peringkat 6 di Kejuaraan Dunia, hanya 10 poin di belakang yang pertama dan itu tidak buruk setelah melakoni akhir pekan bak mimpi buruk. Sangat tidak bisa dimengerti, karena selama tes saya merasa sangat baik di Lombok, tetapi saya tidak bisa menunjukkannya akhir pekan ini.”

“Ada banyak kekacauan ketika kita mempersiapkan sesuatu untuk tes, setelah kita tiba di sana untuk balapan, kita malah melihat hal yang sama sekali berbeda. Bagi kami itu hanya buang-buang waktu dan uang, datang ke Indonesia untuk tes pramusim. Sekarang tak satu pun dari pekerjaan tes ini yang berhasil. Sekarang kami harus berkonsentrasi pada seri berikutnya di Argentina,” kata pembalap Honda asal Spanyol itu.

Pada akhirnya Pol, menekankan, “Treknya memiliki banyak cengkeraman saat hujan, tapi juga sangat kotor. Dibandingkan dengan balapan kering, catatan waktu dalam balapan hujan sangat cepat.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives