Luca Marini Alami Masalah Elektronik Seperti Miller!

RiderTua.com – Luca Marini (Mooney VR46 ) dengan Ducati GP22 terbaru mengalami masalah elektronik dan mesin seperti Miller di Qatar, meskipun tidak sama persis ‘gejala’nya, namun yang bermasalah di motor Ducati terbaru adalah ‘jaringan ke otak mesin’ Desmosedici. Dengan finish ke-13 dan mendulang 3 poin jelas bukan akhir pekan yang menggembirakan bagi tim Valentino Rossi. Di garasi yang diatur langsung oleh Pablo Nieto sepertinya akan sulit mengatasi kendala mendasar ini, bahkan tim resmi sendiri juga mengalami hal serupa, power tidak stabil.. Apakah masalah Ducati akan selesai di Mandalika, “Kami hanya harus bekerja dan tetap tenang, musim masih panjang,” kata Marini.. Wah seru nih kalau masalah sudah ketemu dan semua delapan ‘pasukan merah’ gacor semua, karena Gigi Dall’Igna pasti ‘tidak tidur’…

Sebuah pengalaman pertama di tim sendiri yang harus dilupakan tetapi menjadi pelajaran bagi Luca Marini dan tim Valentino Rossi, yang masih bisa merayakan kedatangan keponakannya Juliet dan kemenangan Andrea Migno dan Celestino Vietti. Akhir pekan yang buruk juga dialami pasukan tim pabrikan Ducati, menunjukkan bahwa ada sesuatu yang harus diluruskan pada motor GP22, terutama dari sektor elektronik.

Tidak seperti Pecco Bagnaia dan Jack Miller (mesin Hybrid gabungan GP22 dan GP21), tim VR46 telah memilih untuk melakukan homologasi atau memilih spesifikasi mesin Desmosedici ‘pure’ terbaru (GP22), tetapi pada saat ini masalah teknis sebenarnya tampaknya terletak di tempat lain. “Akhir pekan ini adalah bencana. Saya pikir itu adalah yang terburuk sepanjang karir saya.. Saya mengalami banyak kesulitan di tikungan, dari bagaimana akhir pekan dimulai, saya tidak bisa berharap lebih baik dalam balapan,” katanya..

Ducati Desmosedici masih perlu menjelajah beratus kilometer sebelum terungkap potensi sebenarnya. Sejak FP1 sudah jelas bahwa teknisi Borgo Panigale perlu menguji dan mengumpulkan data. Luca Marini menggunakan balapan Qatar untuk mengumpulkan informasi, menguji pemetaan mesin dan dengan tujuan mencapai garis finis. Perhatian sudah tertuju pada seri berikutnya di Indonesia.

Apakah masalah terpecahkan? Kita lihat saja di Sirkuit Mandalika… “Kita harus mengembangkan elektronik untuk meningkatkan performa. Di sana kami harus mengambil langkah besar, tentu dengan tim saya, tetapi mungkin juga dengan Ducati, dengan mesin baru… Kami hanya harus bekerja dan tetap tenang, musim masih panjang. Kami akan sampai di sana. Pembalap lain sangat cepat, tetapi saya juga jauh lebih kuat dari tahun lalu”.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: