Remy Gardner dan Raul Fernandez Tes Terakhir di Trek Baru

RiderTua.com – Remy Gardner dan Raul Fernandez akan melakukan tes terakhir di trek baru Mandalika… Rombongan MotoGP terbang dari Malaysia ke pulau Lombok untuk melakoni tes IRTA kedua sekaligus terakhir pada Jumat-Minggu 11-13 Februari. Para pembalap memanfaatkan waktu jeda tidak hanya untuk menjelajahi Sirkuit Mandalika yang merupakan trek baru bagi semua pembalap, tetapi juga untuk membangun tim dalam suasana santai, terutama bagi para rookie. Duo pembalap KTM Tech3 Remy Gardner dan Raul Fernandez menantikan lap pertama di Sirkuit Mandalika yang indah. Gardner mengatakan, “Pergelangan tangan saya yang dioperasi akan mencapai 90 persen pada balapan pertama GP Qatar.”

Remy Gardner dan Raul Fernandez: Tes Terakhir di Trek Baru

Remy Gardner menderita cedera pergelangan tangan dan menjalani operasi pada 18 Januari. Meski begitu, juara dunia Moto2 2021 itu tetap ambil bagian di tes Sepang selama 2 hari. Oleh karena itu, dia memutuskan mengakhiri tes hari terakhir lebih awal untuk beristirahat dan mempersiapkan tes selama 3 hari di Sirkuit Mandalika yang baru.

Hari Kamis, dua pembalap KTM Tech3 menjajal lintasan balap sepanjang 4.310 km untuk pertama kalinya dengan motor balapnya setelah Lombok diguyur hujan pada pagi hari.

Rider asal Australia itu berkata, “Treknya terlihat bagus, sebelumnya saya pernah melihat videonya. Layout treknya terlihat cepat, desainnya terlihat bagus dan menarik. Saya tidak akan bisa memberi tahu Anda lebih banyak tentang itu sampai saat tes. Sepertinya membalap di sini menyenangkan. Saya juga menyukai lingkungan sekitar sirkuit. Kita merasa seperti berada di surga tropis. Cukup panas, tapi kita harus beradaptasi dengan itu.”

Apa target yang ditetapkan oleh rookie berusia 25 tahun itu untuk Tes Mandalika? “Saya ingin membiasakan diri dengan motor MotoGP dengan lebih baik. Saya juga ingin menghafal trek dengan baik, karena pada 20 Maret kami akan memperebutkan poin kejuaraan di sini,” jawab Gardner yang memenangkan 5 dari 18 balapan Kejuaraan Dunia Moto2 pada tahun 2021.

“Pergelangan tangan kanan terlihat lebih baik, tetapi itu pasti akan menyebabkan rasa sakit lagi selama tes. Cedera seperti ini tidak bisa sembuh dalam semalam. Namun keluhan pada hari pertama besok dipastikan akan lebih sedikit dibandingkan pada akhir Minggu kemarin saat di Sepang. Tapi kali ini, saya menduga akan lebih buruk lagi pada hari Minggu,” jelas putra pembalap Wayne Gardner yang memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc 1987 dengan Rothmans-Honda NSR 500.

Remy Gardner tidak bisa memastikan apakah patah tulang radialnya akan sembuh pada balapan awal musim (4-6 Maret) di Sirkuit Losail Doha-Qatar. “Sulit untuk dikatakan. Saya ingin setidaknya 95 persen fit saat itu. Atau 90 persen. Itu akan bagus. Setelah tes, saya masih punya waktu hampir 3 minggu untuk pulih sebelum balapan awal musim. Tidak akan pernah sekuat dan se-fleksibel seperti sebelumnya, yang terjadi pada setiap patah tulang. Tapi balapan kedua di Mandalika akan baik-baik saja,” lanjutnya.

Sejauh ini apa yang dipelajari Gardner dari 8 hari tes (3 tes di tahun 2021) dengan KTM RC16? “Saya memahami ban sedikit lebih baik, sekarang saya tahu batas ban depan dengan cukup baik. Di Malaysia saya tidak membalap dengan maksimal. Saya juga tidak ingin mengambil terlalu banyak risiko karena pergelangan tangan saya. Sejauh ini, motor bekerja cukup baik saat berkendara keluar dari tikungan. Saya tidak kalah banyak dibandingkan dengan pembalap lainnya. Bagi saya, ini semua tentang meningkatkan kebugaran saya dan menemukan lebih banyak kepercayaan diri di ban depan,” pungkas Remy Gardner.

Sementara itu rekan setimnya Raul Fernandez menjelaskan, “Saya menghabiskan waktu dalam 3 hari terakhir dengan tim KTM Tech3. Kami memiliki hubungan yang sangat baik, ini seperti keluarga besar. Mereka memberi saya dukungan penuh dan kami juga berteman. Kami tidak hanya pergi makan malam sebagai sebuah tim, tetapi lebih sebagai teman. Itu sangat penting bagi saya, kami menghabiskan sepanjang tahun bersama.”

“Ketika kita mengalami momen buruk, misalnya ketika sesi tidak berjalan dengan baik dan kita harus masuk pit, sangat penting untuk memiliki hubungan yang baik dengan tim. Jika mereka mengenal kita dengan baik, mereka tahu apakah masalahnya ada pada motornya atau apakah itu masalah dari kita,” pungkas runner-up Moto2 2021 berusia 21 tahun itu.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives