Mir Buka Pintu Gabung Honda…’Gerbang Macan’

RiderTua.com – Joan Mir berujar ingin memenangkan gelar dengan cara yang berbeda… Setelah memenangkan gelar dunia pada musim 2020, hasil dari musim 2021 sangat mengecewakan bagi Joan Mir dan Suzuki meskipun menempati peringkat 3 di Kejuaraan Dunia. Tidak ada kemenangan GP dan kalah 70 poin di belakang juara dunia Fabio Quartararo (Yamaha) tidak memenuhi ekspektasi rider berusia 24 tahun itu. Pembalap pabrikan Suzuki itu menegaskan bahwa dirinya tak puas dengan gelar juara MotoGP 2020. Mir menginginkan manajer tim pada 2022, dan membiarkan semua pintu terbuka sehubungan dengan masa depan karir balapnya. Termasuk rumor gabung tim Honda dan memasuki ‘Kandang Harimau’..

Joan Mir Buka Pintu Gabung Honda, ‘Gerbang Macan’!

Saat Joan Mir ditanya, apakah kepergian mengejutkan Davide Brivio pada Januari tahun lalu memengaruhi organisasi Suzuki dan cara kerjanya? “Tentu saja tim sedikit berubah. Sahara harus mengambil alih pekerjaan dan peran Davide selain tetap melanjutkan pekerjaannya. Itu sangat sulit baginya,” jawab Mir merujuk pada manajer proyek Suzuki Shinichi Sahara.

“Orang lain juga harus melakukan beberapa pekerjaan, yang sebenarnya bukan bagian dari pekerjaan mereka. Saya percaya seorang manajer tim akan membantu untuk menempatkan segala sesuatu di tempat yang tepat. Kami membutuhkan itu, itu pasti.”

Sekarang sudah dimulai tes shakedown dan Suzuki masih belum secara resmi mengumumkan, apakah dan bagaimana posisi manajer tim akan diisi di masa depan. “Saya telah menyatakan pendapat saya kepada Suzuki, tetapi itu tetap antara saya dan Suzuki. Bagaimanapun, saya mempercayai mereka,” imbuh Joan Mir menggarisbawahi.

Mir dan Honda

Manajer tim akan sangat membantu dalam negosiasi karena mayoritas kontrak pembalap berakhir pada akhir musim 2022. Mir dikaitkan dengan Honda di bursa transfer. Nama Quartararo juga sempat disebutkan, situasinya serupa. Yamaha mendorong perpanjangan kontrak, tetapi juara dunia asal Prancis itu ingin melihat semua motor di trek terlebih dahulu.

Pembalap berusia 24 tahun itu menambahkan, “Ini permainan. Jika kita dalam posisi yang baik, kita bisa menunggu dan kemudian memutuskan. Jika tidak, maka kita ingin menandatangani sesegera mungkin. Setiap pembalap memiliki pendekatan yang berbeda. Jadi kita harus menunggu dan melihat apa yang terjadi.”

Apa prioritas Mir? Motor yang lebih baik? Ketika Juara Dunia Moto3 2017 itu menandatangani kontrak dengan Suzuki, dia mengatakan bahwa dia bermimpi untuk sukses dengan Suzuki seperti Kevin Schwantz.

“Itu benar,” tegas rider asal Spanyol itu. “Tetapi saya tidak hanya ingin gelar MotoGP dan saya ingin melakukannya dengan cara yang berbeda. Saya ingin memenangkan lebih banyak balapan. Mungkin saya memenangkan gelar karena kecerdasan saya dan bukan karena kecepatan yang saya miliki. Saya adalah salah satu dari yang terbaik, tapi bukan yang terbaik. Jadi saya ingin menang dengan cara yang baik. Mari kita lihat, semuanya bisa berubah,” pungkas Mir.
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives