Quartararo Mengenang Detik-detik Menjadi Juara Dunia

RiderTua.com – Dalam waktu kurang dari sebulan, tes MotoGP akan dimulai dan Fabio Quartararo akan memulai perjalanan awal menuju pertarungan untuk mempertahankan gelar dunianya.. Grand Prix Emilia-Romagna adalah momen di mana dia menuliskan namanya dengan tinta emas di buku sejarah balap motor. Di sana, Fabio Quartararo dinobatkan sebagai Juara Dunia MotoGP dalam balapan yang diwarnai ketegangan dan ketidakpastian. Dalam film dokumenter Fabio Quartararo mengingat kembali bagaimana dia menjadi juara MotoGP..

Quartararo Mengenang Detik-detik Menjadi Juara Dunia

Bagaimana dia menggambarkan detik-detik saat dia menyadari bahwa dia adalah juara, Quartararo menjelaskan: “Dalam sepersekian detik, saya melihat ke depan dan melihat sebuah motor di gravel dan berpikir, ‘Jack sudah jatuh di beberapa tikungan pertama (sehingga motor yang di gravel tadi) harusnya Pecco (saingan utama gelar dunia)’. Jadi saya melihat ke monitor lagi dan berkata, ‘Sekarang saya juara dunia.’ Dan saya bahkan tidak tahu cara melaju lagi.”

“Saya memohon agar bendera kotak-kotak itu segera melambai. Ketika saya melewati garis finis, lebih dari momen-momen indah yang terlintas di benak saya, momen-momen terburuk yang pernah saya jalani di masa lalu dan saya sadar bahwa saya adalah juara dunia.. itu adalah perasaan yang luar biasa,” kenang pembalap Prancis itu.

Fabio kembali mengingat perjalannnya dari tim Petronas, ke tim pabrikan Yamaha Factory Racing. “Saya mengambil tempat Valentino dan itu bahkan lebih menegangkan melihat semua orang di sekitar saya, dengan semua tekanan yang datang dengan mengendarai motor Valentino. Dalam balapan itu saya mendapati diri saya mengendarai seolah-olah ini adalah pertama kalinya saya”.

“Ketika saya menang di Portimao, yang pada tahun 2020 merupakan sirkuit terburuk bagi kami (Yamaha), saya melakukannya dengan kecepatan balapan yang mengesankan dan saya berkata pada diri sendiri: ‘Ini adalah tahun saya,” katanya.

Fabio Quartararo juga mengulas sanksi yang diterima di GP Catalunya, kejadian kontroversial di mana pembalap Prancis itu melaju dengan baju balap terbuka dan tanpa pelindung dada.

“Ada seseorang yang pergi ke Race Direction untuk memprotes karena baju balap saya terbuka, jadi mereka memberlakukan hukuman tambahan 3 detik pada saya. Saya bisa saja sangat marah, tetapi saya menertawakannya dan berpikir: ‘Ini tidak akan menghentikan saya,” kata Fabio mengingat lagi peristiwa itu.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives