Motor Yamaha Terlalu Besar buat Dovi?

RiderTua.com – Motor Yamaha terlalu besar buat Dovi? mesin inline-4 Yamaha melebar kesamping, dibanding Ducati V4 yang ramping.. “Saya kesulitan untuk menemukan posisi duduk (riding position) yang ideal di Yamaha,” ujar Andrea. Ergonomi motor Yamaha M1 ‘bekas’ Morbidelli juga tidak pas dengan posisi riding Dovi: karena postur tubuhnya cukup kecil, dia kesulitan untuk menemukan posisi duduk yang ideal di atas motor Yamaha. Pada awalnya dia tak dapat dengan mudah mencapai tuas rem belakang dan tuas persneling, dan setang sangat jauh (tidak nyaman). Motornya harus mengalami beberapa perubahan. FYI: Valentino Rossi sebagai pembalap pengembangan pertama M1 punya tinggi: 181 cm, sementara Quartararo:177 cm dan Morbidelli: 176 cm, dan dengan tinggi Dovizioso: 165 cm mungkin akan sulit untuk langsung nyetel dengan motor yang lebih besar dibanding Ducati-nya dulu.. Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

Motor Yamaha Terlalu Besar buat Dovi?

Pada penampilan pertamanya, Dovizioso gagal mendulang poin dengan Yamaha A-spec yang sudah ketinggalan zaman milik Franco Morbidelli. Tapi kemudian dia finis di urutan 13, 13, 14 dan 12 dalam 4 balapan terakhir.

Pada bulan November dia berkata dengan jelas, “Saya tidak terkejut, Morbidelli tidak ingin lagi mengendarai motor ini.” Pasalnya, fitur utama motor tersebut berasal dari musim 2019.

Ergonomi M1

Dovizioso menambahkan, “Saya bukan tipe pembalap yang melampaui limit motor jika dia tidak benar-benar mengenal motornya. Tapi saya bersyukur bisa melakoni 2 hari tes lagi dan 5 balapan untuk persiapan tahun depan. Di awal, karena postur saya cukup kecil, saya kesulitan untuk menemukan posisi duduk yang ideal di Yamaha. Pada awalnya saya tidak dapat dengan mudah mencapai tuas rem belakang dan tuas persneling, dan setang sangat jauh. Jadi pada awalnya saya harus memiliki beberapa perubahan.” Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

Dovi sudah pernah mengendarai Yamaha M1 di tim Tech3 pada 2012, ketika dia berada di peringkat 5 di Kejuaraan Dunia dan kemudian beralih ke Ducati selama 8 tahun. “Selama beberapa tahun terakhir saya sering berpikir saya akan mencoba Yamaha lagi. Pada tahun 2012 saya tidak dibekali motor pabrikan M1, dan saya juga tidak ditawari untuk tahun 201,” imbuhnya. Artikel ini bukan untuk narasi Youtube..

Tapi 9 tahun kemudian, Dovi kini kembali menjadi pembalap Yamaha karena Vinales hengkang ke Aprilia dan Morbidelli dipromosikan ke tim pabrikan. Kontrak Dovi ditandatangani langsung dengan Yamaha Motor Racing (YMR), pabrikan asal Jepang itu yang membayar gaji pembalap, seperti pada 2021 dengan Rossi.

Pembalap asal Italia yang merayakan kemenangan GP terakhirnya bersama Ducati pada 2020 di Spielberg, kagum dengan hasil musim untuk rekan-rekannya di Yamaha pada 2021. “Situasinya entah bagaimana aneh, resumenya juga aneh. Karena hanya satu pembalap Yamaha yang membuat perbedaan, semua pembalap tidak bisa nyaman dengan motor. Jadi saya tidak bisa menilai seberapa kompetitif Yamaha dari pengalaman saya sendiri,” ungkap Dovi.

Dalam tes dua hari di Jerez, Dovi finis di posisi 15 dengan prototipe 2022. “Perbedaan terbesar dengan motor baru adalah pada fase pengereman, kita dapat mengerem lebih keras karena bagian depan memungkinkan untuk melakukan itu. Ada juga pembaruan pada mesin. DNA motor sangat mirip. Karena mesinnya sedikit berbeda, kita harus sedikit menyesuaikan elektronik, tetapi secara keseluruhan kita harus menyesuaikan gaya balap,” kata pemenang GP 15 kali itu.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives