Razlan Razali Ditekan Yamaha Merekrut Rossi?

RiderTua.com – Razlan Razali adalah kepala tim di Petronas-Yamaha selama 3 tahun, kini dia adalah pemilik tim WITHU-Yamaha yang baru. Setelah penarikan Petronas sebagai sponsor utama, tim satelit SRT-Yamaha Malaysia mendapat pemilik baru yang sebelumnya menjabat sebagai kepala tim, Razlan Razali. Tim ini menggandeng perusahaan energi asal Italia WITHU sebagai sponsor utama baru. Tim akan diperkuat pembalap berpengalaman Andrea Dovizioso dan rookie Darryn Binder (peringkat 7 dalam Kejuaraan Dunia Moto3 di Petronas Sprinta Honda) untuk musim 2022. “Dan sejujurnya, saya seharusnya tidak mengambil Valentino! Selalu ada asumsi bahwa kami tidak punya pilihan selain mengontrak Valentino pada 2021. Asumsinya, kami berada di bawah tekanan dari Yamaha,” kata Razali. Apakah kedepan setelah melihat hasil kurang bagus dari Dovizioso atau Darryn Binder, Razali akan bilang seharusnya tidak merekrut Dovi yang tidak muda dan Binder yang terlalu muda..? Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube

Razlan Razali Ditekan Yamaha Merekrut Rossi?

Sebenarnya Razlan merencanakan tim balap baru bersama dengan direktur tim sebelumnya Johan Stigefelt. Tetapi ada ketidaksetujuan dan perbedaan pendapat, sehingga Razlan (mantan CEO Sirkuit Sepang) sekarang menghadirkan dirinya dengan perusahaannya RNF sebagai pemilik tunggal. RNF adalah singkatan dari nama anak-anaknya Razali, Nadia dan Farouk.

Razlan juga menambahkan, “Kami memulai tim SIC di Kejuaraan Dunia Moto3 pada 2015. Saat itu saya adalah CEO Sirkuit Sepang dan mendirikan tim ini. Kami menggunakan perusahaan Johan ‘One Performance’ sebagai ‘pass through company’. Kami adalah pembayarnya! Jadi Sirkuit Sepang selalu menjadi pelanggan utama dan definitif. ” Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube

Namun sebelum GP Misano pertama, situasinya berubah. Karena di Aragon terjadi perselisihan panas. Razlan berujar, “Kami kemudian memutuskan untuk berpisah. Saya tidak ingin mengomentari motif atau detail pastinya. Bagi saya, masalah antara Johan dan saya adalah masalah pribadi.”

Akhirnya Razali Mengaku Awalnya Ragu dengan Valentino Rossi

Saat Razlan Razali ditanya, sebagai kepala tim Petronas Yamaha, apa yang akan dia dilakukan jika dia dapat memutar kembali waktu setelah 3 tahun? Misalnya, apakah dia akan mencoba lebih awal setelah kesuksesan 2020 untuk memperpanjang kontrak Petronas (berakhir pada akhir 2021)? Saat itu Morbidelli dan Quartararo masing-masing memenangkan 3 balapan, bahkan Morbidelli menjadi runner-up kejuaraan dunia!

Razlan menjawab, “Jika saya bisa memutar waktu, saya akan memutuskan pada Juni 2021 untuk menerima tawaran kontrak baru pertama dari Petronas. Tapi saya ingin bernegosiasi untuk mendapatkan lebih banyak uang.”

Setelah sedikit berpikir, pemilik tim WITHU-Yamaha-RNF yang baru itu menambahkan, “Dan sejujurnya, saya seharusnya tidak mengambil Valentino! Selalu ada asumsi bahwa kami tidak punya pilihan selain mengontrak Valentino pada 2021. Asumsinya, kami berada di bawah tekanan dari Yamaha. Tapi tidak, tidak ada tekanan.”

“Secara pribadi, saya skeptis sampai Valentino berada di podium ke-3 bersama Fabio dan Vinales di GP Jerez kedua pada Juli 2020. Ketika saya berada di podium di sebelah 3 pembalap, saya berpikir, ‘Oke, mungkin orang ini bisa melakukannya’.”

Namun pada musim gugur 2020 Rossi jatuh sakit. “Setelah itu, ternyata hasilnya buruk. Tapi saat ini keputusan untuk Valentino sudah dibuat,” kenang Razlan. Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube

Bos tim MotoGP itu juga mengungkapkan alasan lain dari kegagalan Rossi, yang hanya meraih 4 kali masuk 10 besar dalam 18 balapan pada 2021. 3 kali finis ke-10, 1 kali ke-8 (di balapan hujan Spielberg) dan peringkat 20 di Kejuaraan Dunia sebagai yang ke-20 setelah berada di peringkat 15 di tahun 2020.

Razali menjelaskan, “Saya pikir Valentino menempatkan dirinya di bawah tekanan. Pembalap muda jauh lebih cepat. Valentino membukukan catatan waktu yang lebih baik ketimbang di masa lalu. Tapi itu tidak cukup. Dia menginginkan kesuksesan, hati dan pikirannya siap untuk itu tetapi tubuhnya tidak bisa mengikuti.”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page