Ini Baru Awal Bukti ‘Strategi Keroyokan’ Ducati Menampakkan Hasil

1

RiderTua.com – Tahun depan Ducati akan turunkan 8 motor, pembalap terakhir yang masih dalam tahap adaptasi (Luca Marini) sudah mulai merecoki barisan depan, Jika tahun depan ke-8 pembalap Ducati melesat didepan akan sulit ‘ menyibak’ ketatnya pertahanan motor-motor Ducati dengan: Pecco, Miller, Martin, Zarco, Bestia, Marini, Bezzecchi dan Giannantonio.. Dan saat ini saja pole position, Bagnaia berpeluang tunda Quartararo raih gelar dunia, bagaimana kalau ke-8 pembalap Ducati gacor mulai awal musim?.. Bagnaia adalah seorang pembalap yang tenang dan tidak pernah gentar meski harus memutar melalui Q1. Dan akhirnya di sirkuit dunia Misano, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia akan start dari pole position untuk keempat kalinya secara beruntun. Pembalap asal Italia itu mendapatkan hasil maksimal dari Ducati-nya, dan juga diuntungkan dari kenyataan bahwa pesaing terberatnya dalam pertarungan untuk Kejuaraan Dunia Fabio Quartararo, hanya akan start dari P15.

Ini Baru Awal Bukti ‘Strategi Keroyokan’ Ducati Menampakkan Hasil

“Hari ini tidak mungkin berakhir lebih baik. Bukan hari yang mudah, dan saya pikir catatan waktu saya tidak akan cukup. Tapi ternyata itu berhasil,” ujar Pecco bahagia.

Pembalap berusia 24 tahun itu mengalahkan rekan setimnya Jack Miller dengan 0,025 detik dan rekan VR46 Academy-nya Luca Marini dengan 0,085 detik. Latihan hari Sabtu tidak dimulai sesuai rencana, karena Bagnaia hanya menyelesaikan latihan bebas ketiga di P11.

“Saya menabrak trek dengan ban bekas tipe wet (hujan). Saya merasa sangat baik dengan itu, tetapi saya tidak bisa mengatasi ban baru. Ban belakang menjadi terlalu panas dan saya tidak bisa mengontrol traksi,” imbuhnya.

Segalanya berjalan lebih baik di latihan bebas keempat. Pecco puas berada di P2. Bagnaia berkata, “Saya melakukan lap yang bagus di sesi ini.”

Meski demikian, Pecco harus melalui Q1. Di sisi lain Quartararo gagal, Bagnaia malah berhasil menguasai tes pertama dengan mudah. Pecco percaya bahwa, balapannya di bagian pertama merupakan keuntungan dalam menemukan ritmenya.

“Tetapi sulit untuk menarik kesimpulan untuk race hari Minggu. Trek akan basah lagi di pagi hari. Mungkin beberapa pembalap keluar dengan kompon medium atau ban bekas. Saya perkirakan, berkat tes kami siap. Saya harus memacu dari awal dan mengontrol jarak dengan para pengejar saya. Bagaimanapun, bagus bahwa tiga Ducati tepat berada di depan,” kata murid Valentino Rossi itu.

Jadi Pecco telah mencapai target pertama, tetapi masih harus dilihat sampai race pada Minggu sore. Karena, jika Bagnaia dapat menekan defisit saat ini dari 52 poin menjadi di bawah 50 poin, maka dia bisa menahan Quartararo menyegel gelar dunianya di lain waktu.

“Saya hanya fokus pada diri sendiri. Saya harus memenangkan setiap balapan dan saya ingin menunda ‘keputusan’ itu selama mungkin. Tapi tentu saja, saya akan memainkan kartu saya karena Fabio hanya start dari tempat ke-15,” pungkas Pecco.

1 COMMENT

Leave a Reply