Pecco-Miller Kompak Penalty Speed: Motor Ducati Tak Bisa Diajak Pelan?

1

RiderTua.com – Pecco dan Miller kompak kena penalti dua long lap akibat over speed di pit lane, dilaporkan mereka 3 km/jam lebih cepat dari speed yang diizinkan di jalur pit (max:60 km/jam). Apakah ada masalah dengan ‘pit lane limiter’ motor Desmosedici yang bisa ‘auto pelan’ jika diaktifkan di jalur pit?. Memang motor Ducati tak bisa diajak jalan santai (becanda). Lagi-lagi Francesco “Pecco’ Bagnaia menyuguhkan performa yang luar biasa pada putaran ke-5 MotoGP musim 2021 di Le Mans. Rider pabrikan Ducati hanya bisa start dari posisi ke-16 di grid. Namun Pecco berhasil merangsek ke barisan depan dan finis ke-4 di sirkuit Bugatti sepanjang 4,185 km itu. Namun sayang, rider berusia 24 tahun itu harus turun dari tahta klasemen yang diambil alih rider Yamaha Fabio Quartararo. Mereka berdua hanya selisih 1 poin saja. Ini merupakan balapan flag-to-flag pertama dalam karirnya, dan berlangsung tanpa hambatan. “Saya beruntung dalam balapan ‘gila’ ini, saya bisa mengganti motor karena ada sesuatu yang tidak berfungsi dengan benar pada motor pertama. Itu harus kita cek berdasarkan datanya,” ungkap murid VR 46 Academy itu.

Pecco Bagnaia: Motor Ducati Tak Bisa Diajak Jalan Santai

“Tapi saya senang karena saya bisa finis ke-4 setelah kena penalti dua long lap,” lanjut Pecco dimana dia melaju terlalu cepat ke jalur pit dalam perjalanan menuju ‘bike swap’.

“Saya yakin, saya berada pada kecepatan yang tepat. Tetapi usai balapan kru saya memberi tahu bahwa saya 3 km/jam lebih cepat dari speed yang diizinkan. Sangat sulit merendahkan kecepatan 3 km/jam dengan motor ini. Lain kali saya akan lebih berhati-hati. Tapi memang benar saya dihukum. Karena ada aturan yang harus diikuti. Akibatnya, saya kehilangan 7 detik.”

Rekan setimnya dan pemenang GP Prancis Jack Miller juga menerima hukuman yang sama. Apakah ini hanya kebetulan, atau ada masalah dengan pit limiter motor Desmosedici? “Kalau kita berdua saja yang terkena hukuman, itu artinya kita harus melihat lebih cermat. Bukannya ada sesuatu yang tidak berhasil. Tapi saat kita mengaktifkan pit limiter, kecepatan kita awalnya sekitar 70 km/jam. Kemudian pelan-pelan kita bisa melambat,” jawab rider asal Italia itu.

Terlepas dari balapan yang tidak terlalu bermasalah, juara dunia Moto2 tahun 2018 ini semakin layak menjadi penantang gelar yang kuat. Pecco Bagnaia menambahkan, “Senang mendengarnya. Saya tidak terbiasa dengan itu di MotoGP. Senang berada di depan, bahkan setelah balapan seperti itu. Itu berarti segalanya berjalan baik. Saya merasa sangat baik, dengan motor dan tim.”

“Kami bekerja dengan baik. Tapi saya belum bisa memikirkan targetnya, kami baru menyelesaikan lima balapan. Menurut pendapat saya, situasi perebutan gelar hanya bisa dilihat dengan benar setelah GP Misano. Kita akan lihat di mana posisi kita sekarang. Untuk saat ini, saya senang dengan apa yang kita lakukan, bahkan jika kita masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Karena, seperti yang saya katakan, segalanya tidak akan berjalan baik di sini tanpa Flag-to-flag,” pungkas Pecco.

1 COMMENT

Leave a Reply