Haruskah Tim Repsol Honda Panik?

1

RiderTua.com – Sebagai tim raksasa, apakah Repsol Honda wajib panik melihat posisinya saat ini di klasemen?… Hingga seri ke-4 ini, Honda belum menempatkan satu pun pembalapnya di 10 besar peringkat klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP 2021.  ( Taka: 11, Pol: 14, Marc: 15, Alex: 18).. Pembalap Repsol Honda Marc Marquez dan Pol Espargaro masing-masing mengalami crash dua kali di Jerez. Jadi masih banyak pekerjaan pengembangan yang harus dilakukan pada Honda RC213V. Ban depan masih kurang greget, dan juga kurangnya traksi pada roda belakang. Itulah sebabnya ban soft baru Michelin tidak dapat di’push’ dengan baik dalam satu putaran. Marc Marquez mengalami hampir 30 kali crash yang disebabkan roda depan setiap tahun pada periode 2018 dan 2019. Saat ini Marc harus mengurangi jatuh bahkan minimalkan crash fatal (highside) di setiap seri, ‘jatuh pelan’ (lowside) masih wajar. Yang jelas akan bertentangan dengan filosofinya: “Mencari Limit”.. Insinyur Honda masih mencari solusi untuk masalah ini, agar motor mudah dikendalikan.

Haruskah Tim Repsol Honda Panik?

Tes rider Stefan Bradl tidak bertanggung jawab atas kurangnya kemajuan teknis di HRC dan rekan mereknya. “Saya hanya bisa mengembangkan, menguji dan mencoba apa yang dipasok dari Jepang,” ujarnya. Motor kami juga memiliki kekuatan sendiri. Tetapi saat ini kami tidak dapat menampilkannya seperti yang kami inginkan. Salah satu alasannya karena Marc tidak fit. Itu kelemahan bagi kami. Dia selalu menjadi acuan di Honda. Sekarang dia sudah kembali, dan sekarang kami harus mencoba bergerak maju bersamanya,” imbuhnya.

Tak Harus Panik…

“Le Mans akan menjadi trek yang menarik. Kita tidak boleh panik, kita harus melanjutkan pekerjaan selangkah demi selangkah. Honda memiliki beberapa kesalahan pada roda depan, dimana itu sebenarnya menjadi salah satu kekuatan Honda. Kami kuat pada rem dan di pintu masuk ke tikungan. Karena kami harus mengkompensasi, apa yang mungkin akan hilang pada kecepatan menikung dan keluar dari tikungan. Kami ingin mempertahankan kekuatan kami dan mengurangi kelemahan kami. Ini seperti ‘never ending story’.”

Ducati Kuat Musim ini

Tahun ini, Ducati telah membukukan 7 kali naik podium dari 12 kemungkinan (Bagnaia 3 kali, Zarco 2 kali, Martin 1 kali, Miller 1 kali). Sementara itu Yamaha meraih 4 podium (Quartararo 2 kali, Vinales 1 kali, Morbidelli 1 kali), dan Suzuki satu kali oleh Joan Mir.

Ducati berhasil memimpin dalam kejuaraan dunia pembalap, berkat Desmosedici yang kuat. The Red berada di posisi kedua dalam kejuaraan dunia merek dan kejuaraan dunia tim.

Bradl mengapresiasi kesuksesan Ducati ini, dia berkata, “Kemenangan ganda Ducati di Jerez sedikit mengejutkan. Tentu, karena Quartararo memiliki keluhan pada arm pump. Tetapi Miller juga baru saja menjalani operasi lengan bawah. Di Jerez, itu mungkin membantunya sekarang ”

Sebagai pengingat, Ducati tidak pernah lagi menang di Jerez selama 15 tahun terakhir (Loris Capirossi). Hingga akhirnya Miller berhasil menang disana pekan lalu. Bahkan pembalap sekelas Casey Stoner terkadang tidak berhasil masuk 10 besar.

“Tapi catatan waktunya sangat berdekatan. Keseimbangan kekuatan dapat dengan cepat berubah dari satu balapan ke balapan lainnya,” pungkas Stefan Bradl.

1 COMMENT

Leave a Reply