Menanti Balas Dendam ‘Tim Oranye’ di GP Portugal..!

0

RiderTua.com – Menanti balas dendam ‘Tim Oranye’ KTM di GP Portugal. Meski terjadi peningkatan performa di balapan kedua, tim KTM belum bisa tampil meyakinkan di Qatar. Tim Red Bull KTM Factory Racing terlihat membuat kemajuan di sirkuit Losail pada hari Minggu. Brad Binder dan Miguel Oliveira masing-masing finis di posisi 8 dan 15. Yup, sedikit lebih baik ketimbang balapan pada 28 Maret, di mana Oliveira dan Binder hanya finis di posisi 14 dan 15. Tapi ekspektasi KTM berbeda. Oliveira yang mendominasi balapan final Kejuaraan Dunia pada 22 November 2020 di Portimao dengan gaya membalap ala Marc Marquez meraih pole position, kemenangan awal hingga akhir balapan. Sukses meraih kemenangan yang sangat luar biasa. Tak salah jika, di balapan MotoGP ketiga musim 2021 di Portimao-Portugal pada 16-18 April mendatang, pembalap asal Portugal itu merasa pede bisa tampil sempurna, sebagai ajang balas dendam tidak kebagian podium di seri perdana Qatar..

Menanti ‘Balas Dendam’ KTM di GP Portugal

Sejak 4 tahun pertama, Mike Leitner selaku Race Manager di KTM, tahu bahwa Sirkuit Losail tidak ideal untuk KTM RC16. Tapi fakta bahwa, pabrikan asal Austria itu tidak memiliki peluang untuk melawan Aprilia, terutama dalam satu putaran, menyebabkan kekhawatiran di antara Tim Oranye.

“Kita tidak bisa mengabaikan performa kami. Bahkan jika secara signifikan kami lebih kompetitif dalam balapan daripada di kualifikasi,” jelas Direktur KTM Motorsport Pit Beirer.

Satu hal yang pasti, KTM telah kehilangan semua hak konsesi sebagai akibat dari kesuksesan di tahun 2020. Ini termasuk fakta bahwa, tidak ada lagi jatah dua mesin yang tersedia untuk setiap pembalap dan per musim dibandingkan dengan tim pemenan. Yamaha , Honda, Suzuki dan Ducati mendaparjatah 7 mesin. Hanya Aprilia (tanpa podium) yang diizinkan ‘membakar’ 9 mesin. Oleh karena itu, spesifikasi mesin untuk mesin KTM telah ditetapkan secara lebih konservatif dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itulah daya pakainya juga harus ditingkatkan.

Mike Leitner menambahkan, “Setelah balapan kami bisa sangat bahagia karena kami berdua mendapat poin.” Brad Binder menunjukkan balapan yang luar biasa pada hari Minggu lalu, dari start di posisi 18 merangsek naik ke posisi 8, hanya kalah 5 detik dari pemenang Fabio Quartararo (Yamaha).”

“Kami bekerja tanpa lelah di semua sesi untuk menemukan solusi yang lebih baik untuk trek ini. Kami dapat meningkatkan pengaturan motor pada balapan kedua. Berbeda dengan balapan pertama di sini, kami juga membawa pembalap ke Q2 bersama Miguel.”

Mike Leitner

Menatap GP Portugal dengan Yakin

Oliveira memulai start dari posisi ke-12, kemudian pembalap berusia 26 tahun itu berhasil menyodok naik ke posisi ke-4. Tapi sayang, semua ekspektasi ambyar karena dasbornya berubah menjadi hitam alias tanpa indikator.

Menanggapi penampilan Oliveira ini, Leitner menambahkan, “Sayang sekali dasbor Miguel menjadi hitam. Jika tidak, dia pasti akan mencapai hasil yang baik setelah awal yang mengesankan ini. Saya belum pernah melihat banyak start seperti ini selama bertahun-tahun di MotoGP. Titik terang ini memberi kita kekuatan untuk masa depan.”

“Kami membawa aspek positif dari dua GP Qatar untuk melaju ke Eropa. Kami sekarang meninggalkan Sirkuit Losail, yang setiap tahun selalu menghadirkan masalah bagi kami. Tapi kami yakin. Kami mampu meningkatkan motor pada balapan kedua, kami memiliki dua pembalap yang sangat cepat. Kami sekarang menantikan balapan di Eropa.”

Sementara itu tim KTM Tech3 Factory bersama Danilo Petrucci dan Iker Lecuona tetap tanpa poin dalam dua balapan di Qatar. Mereka senasib dengan tim LCR-Honda.

“Dalam kejuaraan pembalap, Binder dan Oliveira berada di urutan ke-12 dan ke-16. Dalam kejuaraan dunia merek, KTM dan Honda berbagi tempat terakhir dengan masing-masing 11 poin. KTM Red Bull menyelesaikan kejuaraan tim tahun lalu di tempat ketiga, kini pabrikan asal Austria itu hanya tampil di posisi ke-7.

“Jika kami ingin bersaing untuk kejuaraan dunia, kami membutuhkan motor yang kompetitif di setiap lintasan,” pungkas direktur balap KTM Pit Beirer.

Leave a Reply