Strategi ‘Menyerang dari Awal’ Pecco Bagnaia di Race Qatar-1 Tidak Salah…!

0

RiderTua.com – Pada race Qatar-1 Frencesco Bagnaia memimpin balapan selama 14 lap. Tetapi pada akhirnya dia harus puas naik podium ketiga. Di race kedua Qatar ‘Pecco’ akan tetap memakai strategi menyerang dari awal (Tidak takut ban habis lagi?). Menurutnya akan lebih baik jika dia terus di barisan depan dari awal. “Saya pikir, jika saya harus menjadi yang pertama lagi di tikungan pertama, saya akan mencoba lagi strategi yang sama”. Apakah tidak takut kehabisan ban lagi?.. “Selama beberapa hari ini saya bertanya, apakah akan lebih baik untuk mengelola ban dengan lebih baik (melambat). Mungkin dengan kecepatan yang lebih slow?. Jika saya membalap dengan lambat, Yamaha atau Suzuki pasti akan menyalip saya dan mereka berhasil mengatur kecepatan.” Artinya justru kalah banyak… Lalu kenapa ban cepat habis? Dilihat dari data tahun lalu speed lebih cepat 8 detik. Jadi kecepatannya meningkat kuat, yang akhirnya mengorbankan ban belakang.

Strategi ‘Menyerang dari Awal’ Pecco Bagnaia di Race Qatar-1 Tidak Salah

Pecco Bagnaia: Peluang untuk menang tidak hanya di Qatar… Losail dianggap sebagai sirkuit-nya Ducati. Tapi sayang The Reds gagal menang di GP Qatar-1. Meski begitu Pecco Bagnaia dan rekan setimnya Jack Miller tidak melihat mereka di bawah tekanan. Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memecahkan rekor lap sepanjang masa di Sirkuit Internasional Losail sepanjang 5,380 km dengan catatan waktu 1: 52,772 menit. Pembalap berusia 24 tahun itu merebut pole position pertamanya di kelas MotoGP akhir pekan lalu.

Strategi 'Menyerang dari Awal' Pecco Bagnaia di Race Qatar-1 Tidak Salah

Pecco mencoba menganalisa, “Jika saya membandingkannya dengan balapan di sini 2 tahun lalu, maka kami lebih cepat 8 detik. Jadi kecepatannya meningkat kuat, yang akhirnya mengorbankan ban belakang. Lalu ada angin yang mendorong keluar. Jadi saya hanya bisa membelokkan motor melalui ban belakang.”

“Setelah melihat datanya, sekarang kita tahu di mana harus bekerja. Kami juga memahami sesuatu yang baik di belakang Yamaha dan Suzuki, yang tentunya dapat membantu kami pada balapan akhir pekan ini. Pada race hari Minggu nanti, diperkirakan angin akan berhembus kencang. Jadi bisa dikatakan kondisinya sama seperti Minggu lalu. Tapi saya pikir kami akan lebih siap.”

Namun tak jarang, keseimbangan kekuatan antara kedua balapan bergeser di balapan ganda tahun lalu. “Kalau soal hasil, jangan pernah bilang tidak. Tahun lalu hasil balapan kedua selalu berbeda, di Misano kecepatan kami 0,5 detik lebih cepat. Kami belum bisa memprediksi kecepatannya, tapi saya pikir kami akan bisa bersaing untuk meraih kemenangan lagi,” tambah pembalap pabrikan Ducati itu pada Minggu.

Pecco tidak melihat bahwa, harus ada kemenangan bagi pabrikan asal Borgo Pangiale itu di “trek Ducati” pada hari Minggu nanti. “Kami melihat Yamaha dan Suzuki sangat kompetitif, seperti kami. Kami sangat kompetitif di paruh pertama balapan, kami membuka celah. Namun, kami kehilangan waktu dalam fase akselerasi tertentu, yang pada akhirnya membuat kami kehilangan waktu balapan. Tapi kita tidak perlu khawatir. Kami tahu trek ini bagus untuk kami, tetapi juga untuk motor lain. Kami memiliki peluang untuk menang, itu sudah pasti. Tapi itu juga ada di trek lain, seperti yang kita lihat tahun lalu,” imbunya.

“Kadang-kadang saya kesulitan dalam suatu trek, tetapi Johann atau Jack berhasil cepat. Kadang saya cepat dan yang lain kesulitan. Kami tahu bahwa motor ini sangat kompetitif dan kami tahu bahwa ada peluang untuk menang atau masuk ke 3 besar. Target besar tahun ini adalah menjadi konstan dan kompetitif di setiap situasi dan di semua trek.”

Leave a Reply