Johann Zarco Sesumbar Tidak Bisa Dihentikan…!

0

RiderTua.com – Johann Zarco memperkirakan tahun ini akan menjadi musim yang luar biasa… Tahun lalu, Johann Zarco masih memperkuat tim Avintia Esponsorama. Di musim 2020 itu, pembalap berusia 30 tahun itu menjadi pole setter di GP Brno, dan berhasil naik podium setelah finis di posisi ketiga. Kemudian di tahun 2021 dia dipromosikan ke Pramac Ducati, di mana dia kini dipersenjatai Desmosedici GP terbaru. Dia berterima kasih kepada semua kru dan para petinggi yang bertanggung jawab dari Borgo Pangiale, setelah dia berhasil naik podium dengan finis di tempat kedua pada balapan pembuka musim di Qatar. Pembalap Pramac-Ducati itu berkata, “Jika saya merasa nyaman dengan motornya, itu tidak bisa dihentikan.”.. Meskipun kadang overconfidence alias terlalu percaya diri, dia kandidat kuat juara dunia juga nih kayaknya…

Johann Zarco Sesumbar Tidak Bisa Dihentikan

Saat Zarco ditanya, apakah juara dunia Moto2 dua kali itu melihat dirinya berada di posisi yang tepat untuk berada di puncak sepanjang musim? “Itu akan menjadi ‘gol’ yang ideal dan musim yang luar biasa. Bahkan sebelum musim dimulai, saya tahu bahwa tim dan motor memiliki potensi untuk menang atau selalu naik podium. Di Qatar, kami memulai trek yang bagus untuk Ducati dan saya sangat senang bisa menggunakan kekuatan saya,” ujar pembalap berusia 30 tahun itu.

Zarco menambahkan, “Selama saya bisa menjaga energi dan perasaan yang tepat pada motor, saya memiliki kesempatan untuk melakukan balapan seperti ini setiap saat. Jika ada peluang terbuka untuk menciptakan sesuatu yang baik sepanjang musim, saya akan mengambilnya.”Gigi Dall'Igna: Top Speed Ducati adalah Senjata Kemenangan

Tak ada yang Bisa Hentikan Dia

“Tapi saya tidak ingin terlalu memikirkannya karena dengan begitu saya bisa kehilangan kontrol diri. Untuk saat ini saya hanya senang. Saya merasa cukup nyaman dengan tim dan motornya. Karena saya tahu, ketika saya merasa nyaman dengan motor, tidak ada yang bisa menghentikannya, saya bisa menjadi sangat cepat. Jadi, katakanlah saya ingin mendapatkan perasaan itu hampir setiap saat agar kita bisa menikmati musim ini.”

Pada hari Jumat, Zarco memegang rekor kecepatan tertinggi di Kejuaraan Dunia MotoGP dengan 362,4 km/jam, tetapi dia masih kehilangan kemenangan di kelas utama. Kemenangan terdekatnya di GP Argentina 2018 dengan Tech3-Yamaha, hanya terpaut 0,251 detik dari pemenangnya, Cal Crutchlow.

Apa yang dibutuhkan Zarco untuk meraih kemenangan pertamanya pada baapan akhir pekan depan? “Tidak perlu tambah power lagi, kurasa aku sudah cukup,” jawabnya sambil tertawa.

“Tidak, saya rasa saya harus mampu memacu lebih kencang dalam 6 lap terakhir atau saat disalip Vinales. Saya menjadi lebih cepat, tetapi saya pikir saya kehilangan 0,4 detik. Jadi saya harus mencoba mencapai kembali 0,4 detik itu. Kami tahu mengapa mengikuti Vinales itu rumit (motor beda karakter). Kami akan mencoba merasakan ban belakang yang lebih baik saat memasuki tikungan. Itu bisa membantu kami mengambil langkah bagus untuk paruh kedua balapan.”

Finis di tempat kedua pada hari Minggu adalah podium MotoGP ke-8 bagi Zarco (6 kali podium di Yamaha, 2 kali di Ducati). Dan merupakan hasil ke-49 berada di 3 teratas di semua kelas Kejuaraan Dunia. Tetapi ini merupakan podium pertamanya di Sirkuit Internasional Losail.

Leave a Reply