Cedera Bahu Savadori Finish Buncit, Bagaimana dengan Cedera Humerus Marquez?

0

RiderTua.com – Dengan cedera bahu yang dideritanya, Savadori finish buncit alias paling belakang. Kita jadi membayangkan: Bagaimana dengan cedera lengan humerus Marquez.. Apakah dia bisa fight dan tampil kompetitif?. Paling tidak bertarung untuk podium selama 22 lap akan berbeda dengan latihan sendiri dengan motor superbike. Kita tunggu saja seri Portugal bagaimana hasil comeback-nya Marquez. Lorenzo Savadori hanya bisa terpaku sedih setelah menyelesaikan GP Qatar-1 di tempat paling buncit, posisi ke-19. Savadori 46 detik lebih lambat dibelakang Maverick Vinales (Yamaha). Pembalap berusia 27 tahun itu berkata, “Itu adalah balapan yang sulit. Salah satu masalah terbesar adalah bahuku. Saya tidak bisa memacu di tengah balapan. Saya sedikit kesakitan.” Savadori menderita cedera bahu yang dideritanya saat musim dingin. Dia lalu menambahkan, “Tujuan kami untuk balapan berikutnya adalah untuk mengurangi jarak.”.. Kenapa tidak digantikan Bradley Smith saja kalau sakit, seperti Marc?

Cedera Bahu Savadori Finish Buncit, Bagaimana dengan Cedera Humerus Marquez?

“Saya punya masalah dengan kondisi tangki penuh dan manajemen ban. Namun saya bisa menyelesaikan balapan, itu sangat penting. Setelah cedera, saya melibas 22 lap tanpa henti untuk pertama kalinya. Itu positif, karena kami akan dapat terus mengerjakan RS-GP melalui analisis data,” kata sang rookie setelah balapan MotoGP keempatnya.

Menanggapi fakta bahwa dia finis paling buncit, Savadori berkata, “Tentu saja kami harus secara mutlak meningkatkan performa. Kami harus berbuat lebih banyak. Saya butuh sedikit waktu, karena saya harus memahami segalanya dengan lebih baik dan juga harus menyelesaikan masalah dengan bahu saya.”

Di sisi lain, rekan setimnya Aleix Espargaro berhasil membawa pulang 9 poin dengan RS-GP di tempat ke-7. Apa yang bisa dipelajari Savadori dari balapan pembuka musim? “Motor Aprilia kompetitif. Tapi saya masih perlu memahami lebih baik, apa yang harus saya lakukan untuk membalap lebih cepat. Saya harus duduk di atas motor saat balapan dan melakukan putaran, itulah cara saya belajar. Saya memahami ban, power, keausan ban, dan segalanya dengan lebih baik, putaran demi putaran,” jawabnya.

Balapan kedua GP Qatar, akan menjadi kesempatan baginya untuk memperbaiki hasil. “Tujuan kami untuk balapan berikutnya pasti untuk mengurangi jarak. Kami harus terus bekerja keras. Tapi saya dalam suasana hati yang positif, dan akan berusaha pulih sebaik mungkin untuk balapan akhir pekan berikutnya,” pungkas pembalap dari Cesena-Italia itu.

Tahun lalu dari 3 kesempatan balapan dengan Aprilia, Savadori hanya mampu menyentuh garis finish sekali di Valencia 2020 (juga finish paling belakang)… Dua balapan lainnya hanya “tahan” 2 sampai 3 lap, lalu bubar. Semoga ada peningkatan di race Qatar-2..

Leave a Reply