Marc ‘The Merciless’ Marquez: Anak Singa yang Tersenyum!

0

RiderTua.com – Marc ‘The Merciless’ Marquez: Anak singa yang tersenyum… Pada Senin lalu, Juara dunia MotoGP 6 kali, Marc Marquez membuat penampilan resmi pertamanya setelah menjalani tiga kali operasi lengan atas. Kolumnis Michael Scott, ikut mengomentari presentasi dari tim Repsol Honda tersebut. Para pengamat percaya, itu adalah momen yang membuat takut setiap pembalap MotoGP lainnya. Penampilan Marc bak seorang anak sekolah yang punya wajah tanpa dosa. Tapi di lintasan balap, dia adalah ‘pembunuh yang kejam’. Marquez punya julukan ‘the Merciless’ anak singa yang tersenyum. Sama seperti Rossi yang selalu bersinar dengan pesonanya, dan menginspirasi para penggemarnya jauh melampaui kemampuan membalapnya. Seperti bintang reality TV yang menaiki gelombang kesuksesan dan menarik pengagum baik dari dekat atau jauh. Sangat sedikit dari mereka yang tahu atau peduli, betapa brutal lawannya. Rossi juga tidak pernah melakukan hal-hal dengan setengah-setengah.

Marc ‘The Merciless’ Marquez: Anak Singa yang Tersenyum.

Pada Senin (22/2/21), Marc Marquez tampil ke depan kamera untuk pertama kalinya setelah 7 bulan, dan dia berjanji bahwa dia akan kembali.

Para pengamat mencatat, bahwa cedera lama yang dialami Marquez telah meninggalkan bekas. Tampilan Marc yang selalu tersenyum polos adalah sejarah. Menurut para pengamat, Marc versi 2021 tampak lesu dan terlihat ada kemarahan, wajah bersudut, alis gelap, dan ekspresi muram.

Maklum, pembalap berusia 28 tahun dari Cervera-Spanyol itu tidak pernah absen balapan begitu lama sepanjang hidupnya (setidaknya sejak dia berusia 5 tahun). Patah tulang lengan atas yang dideritanya pada balapan pembukaan musim di Jerez, ternyata menjadi cedera panjang pertama yang membuat juara dunia 8 kali itu tidak bisa bekerja.

Dimana hal ini juga pernah terjadi di 2011. Waktu itu karirnya dalam bahaya serius, sebagai akibat dari gegar otak yang dialaminya, Marc menderita gangguan penglihatan yang harus diperbaiki dengan bedah mikro.

Cedera kali ini malah diperlukan tiga kali operasi, dimana operasi kedua hanya seminggu setelah upaya comeback yang tergesa-gesa di Jerez. Operasi ketiga dilakukan pada awal Desember, ketika infeksi diidentifikasi sebagai penyebab dari proses penyembuhan yang lambat.

MotoGP rider

Menghadapi Lawan-lawan yang Brutal

Tapi adakah cara yang lain? Inilah bahan pencetak juara hebat dalam olahraga yang intens dan berisiko tinggi seperti kejuaraan dunia balap motor.

Niall Mackenzie adalah pembalap Inggris paling sukses selama periode 35 tahun antara kemenangan GP Barry Sheene dan Cal Crutchlow. Beberapa tahun yang lalu dia mengatakan kepada Michael Scott, “Ketika saya mengenang kembali masa balapan, saya pikir saya terlalu baik kepada pembalap lain.” Niall meraih 7 podium tetapi tidak pernah meraih kemenangan.

Saat presentasi tim Repsol Honda yang digelar via online, Marc secara terbuka mengumumkan bahwa kondisinya terus mengalami kemajuan. Tetapi saat tes pertama di Qatar pada bulan Maret, kemungkinan dia masih absen.

Pemenang GP 82 kali itu juga enggan memasang target. Dia berkata, “Saya hanya ingin menikmati naik diatas motor lagi. Saya tidak dapat berharap untuk melangkah setelah satu tahun cuti dan menjadi Marc tua.”

Itu mungkin membuat sedikit lega untuk sisa balapan di MotoGP, dan mengingat kembali tahun di mana 9 dari sisa balapan telah memenangkan setidaknya satu balapan. Suatu hal yang langka ketika Marc dalam kondisi bugar.

Mereka dapat terus berjuang setidaknya untuk paruh pertama musim ini. Ini sangat menarik bagi rekan merek Marc, yang akan merasakan tekanan dari atasan mereka. Pendatang baru Pol Espargaro dan pembalap tim satelit Taka Nakagami dan Alex Marquez harus mencari kesempatan untuk mengakhiri masa paceklik Honda. Marc Marquez mencatatkan kemenangan terakhir MotoGP bagi pabrikan motor terbesar dunia itu pada final musim 2019.

Leave a Reply