Jack Miller: Seperti Ada Pisau di Punggungnya!

Seperti diberitakan sebelumnya sehari sebelum balapan, pembalap Pramac Ducati itu mengalami kecelakaan hebat di FP3 GP Styria, dia jatuh dari tikungan 6 dan harus melakoni kualifikasi dengan rasa sakit di pundaknya

Jack Miller: Posisi 18 Tak Masalah Bagi Saya
Jack Miller: Posisi 18 Tak Masalah Bagi Saya

RiderTua.com – Pembalap MotoGP tim satelit Ducati Pramac, Jack Miller alami crash di FP3 MotoGP GP Styria. Tampil meyakinkan sebagai pembalap terbaik Ducati meski dibekap cedera. Jack Miller mengatakan seperti ada pisau di punggungnya.. Hasil akhirnya dia diganjar 20 poin dan peringkatnya merangkak naik di posisi ke-3 dunia di klasemen setelah finis ke-2 dalam balapan tersebut.

Jack Miller: Seperti Ada Pisau di Punggungnya

Jack Miller: Seperti Ada Pisau di Punggungnya

Jack Miller seharusnya bisa menang jika mampu memanfaatkan momentum di tikungan terakhir. Ketika dia lengah podium satunya “dicuri” Miguel Oliveira, yang memanfaatkan duel sengit antara dia dan Pol Espargaro. Seperti diberitakan sebelumnya sehari sebelum balapan, pembalap Pramac Ducati itu mengalami kecelakaan hebat di FP3 GP Styria, dia jatuh dari tikungan 6 dan harus melakoni kualifikasi dengan rasa sakit di pundaknya.

Namun ‘Jackass’ Miller justru mampu mencatatkan waktu terbaik kelima di kualifikasi. Berkat Johann Zarco yang start dari pit lane dia mampu naik satu posisi di grid start. Baik sebelum dan sesudah balapan dibatalkan Miller tetap berpeluang naik podium, meskipun dia masih belum terbebas dari rasa sakit, sementara pembalap Ducati lainnya Andrea Dovizioso hanya mampu di urutan ke-5..

“Tentu saja saya telah meminum obat penghilang rasa sakit (painkillers). Itu hal normal yang diresepkan untuk kami. Ada sesuatu tentang plester itu, saya tidak ingat nama persisnya karena saya diberitahu tentang cedera itu oleh tiga dokter berbeda dalam bahasa berbeda dan tidak ada yang berbahasa Inggris,” katanya yang nadanya sedikit terlihat lucu…

Seperti Pisau di Punggung

“Saat saya duduk di atas motor dan memacunya, bahu saya turun, maka saya memiliki tenaga penuh, tapi begitu saya mengulurkan tangan, saya merasakan pisau itu di punggung saya. Saya banyak mengurangi manuver dan pada akhirnya tidak banyak lagi yang dapat saya lakukan saat itu, ” kata Miller.

“Kondisi ini hanya membutuhkan sedikit waktu (untuk pulih). Saya berkata pada malam sebelum perlombaan bahwa saya hanya perlu sedikit tidur agar bisa menjadi lebih baik (saat balapan). Dan karena cukup tidur akhirnya sedikit berhasil. “

Be the first to comment

Leave a Reply