Sadis! Tumit dan Sol Sepatu Pembalap Lepas, Lemnya Terkelupas, Akibat Panasnya Trek Jerez?

Sandro Cortese Sol Sepatu Lepas

RiderTua.com – Dengan suhu udara 40º dan suhu aspal di atas 60º celcius, Jerez adalah ibarat tungku (kompor) bagi para pembalap yang berpartisipasi dalam putaran kedua Superbike World Championship 2020. Sangat panas sehingga manusia dan mesin sama-sama menderita. Sandro Cortese memiliki pengalaman unik tentang sepatu balapnya. Setelah diberitakan sebelumnya Toprak Razgatlioglu sepatunya tergerus aspal. Tumit dan sol sepatu pembalap lepas, lemnya terkelupas, akibat panasnya trek?.. Masih ada yang bilang trek Jerez kurang panas setelah apa yang di alami Takaaki Nakagami?

Tumit dan Sol Sepatu Pembalap Lepas, Lemnya Terkelupas, Akibat Panasnya Trek

Outdo Pedercini Kawasaki 2020_worldsbk_sandro_cortese

Saking panasnya setelah setiap sesi, para pembalap naik ke ‘kolam pribadi mereka’ yang diisi dengan air es, beberapa mengendarai dengan rompi pendingin di bawah baju balapnya.

Sepatu Toprak Razgatlıoglu Bolong
Toprak Razgatlioglu

Sepeda motor menjadi sangat hangat setelah dikendarai sehingga mekanik harus mendinginkannya sebelum menyentuhnya. “Di motor Toprak, tuas rem menjadi sangat panas pada balapan hari Sabtu sehingga membakar jari-jarinya,” kata direktur balap Yamaha, Andrea Dosoli setelah posisi ketiga yang cukup bagus dari Razgatlioglu di balapan pertama.

Sandro Cortese dari tim Outdo Pedercini Kawasaki memiliki pengalaman unik lain pada hari Minggu. “Tumit dan sol terlepas dari sepatu balap, lem terkelupas,” kata Berkheimer.

Takaaki Nakagami ( MotoGP)

“Aku mengendarai sepertiga terakhir lomba praktis tanpa sol. Akibatnya, saya hampir tidak memiliki cengkeraman pada motor dan tidak bisa memberikan tekanan pada pijakan kaki. Masih ada sedikit di kaki kiri, yang bagaimanapun sering menggangu pengoperan gigi. Karena itu, saya selalu mengalami masalah dalam perpindahan gigi dengan benar. Tidak pernah saya mengalami seperti ini sejak saya mendapatkan Dainese sebagai pemasok. Dengan kondisi ini, setiap material mencapai batasnya”.

Be the first to comment

Leave a Reply