Pecco Bagnaia: Lupakan Quartararo dan Mulai Pikirkan Dovizioso, Jika Tidak Mau Diganti Zarco

Pecco Bagnaia mau tidak mau harus membuang jauh-jauh keraguan yang timbul tentang hasilnya pada musim pertama yang mengecewakan di musim MotoGP 2019

Francesco Bagnaia-Fabio Quartararo-Andrea Dovizioso

RiderTua.com – Baru-baru ini tim MotoGP Ducati melalui bos tim, Paolo Ciabatti memberikan instruksinya pada Francesco Bagnaia. Untuk menjaga agar “setangnya” di Pramac tahun 2021 dia harus menunjukkan sesuatu. Kalau tidak, Johann Zarco bisa menggantikannya … Bagnaia harus menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang dicapainya pada tahun 2019. Pecco Bagnaia bukan lagi pemula. Dia bahkan tidak bisa lagi berdebat masalah motor, karena senjatanya tahun ini adalah desmosedici spek pabrikan. Dengan GP20-nya, dia harus tampil meyakinkan. Bahkan meskipun dia orang Italia Tim Merah tidak mentolelir kesalahan, contoh nyata Petrucci digeser oleh pembala Australia Jack Miller.. Jadi Pecco Bagnaia harus lupakan Quartararo dan mulai pikirkan Dovizioso, jika tidak mau diganti Zarco..

Jorge Martin-Bagnaia-Marquez

Pecco Bagnaia: Lupakan Quartararo dan Mulai Pikirkan Dovizioso, Jika Tidak Mau Diganti Zarco

Di Pramac Ducati, Jorge Martin akan menjadi tandem Bagnaia. Mau tidak mau Pecco harus membuang jauh-jauh keraguan yang timbul tentang hasilnya pada musim pertama yang mengecewakan di musim 2019. Paolo Ciabatti mengatakan dua atau tiga balapan pertama akan digunakan sebagai penilaian performa.. Memang terlihat singkat, namun setidaknya murid akademi VR46 ini memiliki sarana dan kesempatan untuk mempertahankan diri dan posisinya dengan menunjukkannya di lintasan.

Lupakan Quartararo

Bagnaia menerima alarm merah itu.. . Dan untuk menunjukkan dirinya sebagai pembalap yang lebih baik, dia harus mengkalibrasi ulang pikiran. Dia harus melupakan Fabio Quartararo dan hanya memikirkan Andrea Dovizioso. Dia mengatakan ini dalam sebuah wawancara dengan media Italia, Corriere dello Sport… “Melihat hasilnya sekarang dengan Quartararo sedikit mengecewakan. Dia cepat, padahal ketika kita bertarung dengannya di masa lalu, dia selalu berada di belakangku. Menontonnya begitu cepat di MotoGP itu sulit diterima. Dia melakukan pekerjaan dengan baik, dia adalah salah satu dari pembalap muda paling berbakat. Ide saya adalah untuk kembali berada di depannya…. Dia dan semua orang.”

Ducati Secara Fisik Melelahkan..

Memang faktanya motor Ducati ( dan Honda) adalah motor yang menuntut fisik. Bagnaia melanjutkan… “Saya terkejut tahun ini karena Ducati memberi saya motor yang terbaik dan saya senang. Saya pikir kita bisa kompetitif. Tahun ini, saya merasa lebih dekat dengan Petrucci dan Dovizioso. Mengendarai Ducati membuat saya belajar banyak. Saya adalah pembalap yang sangat halus dan dengan motor ini, saya harus bekerja keras. Secara fisik motor ini melelahkan,” ujarnya…

Akhirnya, Pecco menjawab pertanyaan siap pembalap Ducati yang menjadi panutannya.. “saat ini, pembalap yang paling kuat, yang terbaik dan tahu Ducati adalah Andrea Dovizioso”.. Pilihan bijak jika menjadikannya sebagai referensi…. So tidak usah mengacu pada Quartararo, ikuti cara kerja Dovizioso dan melesat ke barian depan…

Be the first to comment

Leave a Reply