Umpan Ducati Berhasil Goyahkan Skuad Yamaha, Rossi Jadi Korbannya

Rossi menjual lebih banyak sepeda motor Yamaha, lebih banyak Merchandise atau produk VR46, lebih banyak tiket yang terjual karenanya dan lebih banyak kontrak TV daripada pembalap yang lainnya. Pabrikan ikut MotoGP juga agar laris jualan motornya

RiderTua.com – Formasi skuad Yamaha MotoGP dengan Vinales dan Quartararo adalah yang terbaik, bahkan tidak ada data yang kuasa menyangkalnya. Namun timing reformasi pembalap ini tidak tepat untuk saat ini. Ducati secara sadar atau tidak, sedang ‘Memancing di Air Keruh’.. Dan umpan itu disambar oleh Yamaha.. Bisa dikata, umpan Ducati berhasil goyahkan skuad Yamaha, Valentino Rossi jadi korbannya…

Umpan Ducati Berhasil Goyahkan Skuad Yamaha, Rossi Jadi Korbannya

Keputusan merekrut Quartararo memang terlihat terburu-buru, seperti dikatakan Lin Jarvis: “Saat ini, dengan enam produsen sepeda motor dalam kategori MotoGP, talenta muda dan cepat sangat diminati (oleh tim lain), dan karenanya pasar pembalap selalu dimulai lebih awal”.  Jelas..! yang dimaksud Lin Jarvis tidak lain dan tidak bukan adalah tim Merah Ducati.

Dalam beberapa waktu semakin santer Ducati menyuarakan ingin memiliki Vinales dan Quartararo. Bahkan jika mungkin mereka akan menggunakan “kekuatan dompet” dari Philip Morris untuk membeli Quartararo atau Vinales dengan harga tinggi.

Setidaknya ada beberapa kemungkinan, itu hanya sebuah manuver Ducati mengacaukan ‘lawan kuat’ mereka di luar lintasan. Mereka sulit menembus pertahanan Honda dengan merebut Marquez. Yamaha adalah lawan kuat lainnya… Rupanya Yamaha ketakutan akan kehilangan pembalap muda mereka, dengan cepat mereka segera memastikan kontrak dan mengikat keduanya, dan mengesampingkan Rossi.. Pilihan sulit bagi Yamaha…

Lalu Kapan Waktunya yang Tepat?

Jika tanpa manuver Ducati mengacaukan konsentrasi Yamaha, paling tidak Yamaha harus menunggu keputusan Rossi tahun ini. Rossi berujar: ” Saya senang bahwa, jika saya memutuskan untuk melanjutkan, Yamaha akan siap mendukung saya dalam segala hal. Dengan memberi saya motor spek pabrikan dan kontrak tim resmi”. 

Dari pernyataan itu jelas bahwa Rossi masih ingin di tim resmi Yamaha, namun dia meminta waktu hingga pertengahan musim ini. Namun Yamaha juga takut Quartararo tergoda dengan rayuan Ducati. Meskipun kita tahu Ducati punya pembalap muda bagus seperti Miller dan Bagnaia ( dengan asumsi gaya balap Quartararo belum tentu klop dengan Desmosedici).. Bahkan Zarco yang sekarang milik Ducati masih setara dengan Quartararo saat di Yamaha. Tidak ada alasan Ducati untuk terburu-buru mengambil Quartararo, selain tujuan strategis-taktis… Mengacaukan konsentrasi Yamaha..

Keputusan cepat Yamaha dengan Quartararo mungkin justru melemahkan ‘semangat tanding’ Rossi musim ini. Selain buat penggemar Rossi tidak akan membalap buat Yamaha… Hanya penggemar yang mungkin akan membuat Valentino bertahan hingga saat ini.. Mungkin juga Yamaha punya proyek besar dengan Valentino jika dia tidak aktif sebagai pembalap lagi..

Rossi menjual lebih banyak sepeda motor Yamaha, lebih banyak Merchandise atau produk VR46, lebih banyak tiket yang terjual karenanya dan lebih banyak kontrak TV daripada pembalap yang lainnya. Pabrikan ikut MotoGP juga agar laris jualan motornya… Adalah demi kepentingan semua orang baginya untuk tetap tinggal di MotoGP.

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. MotoGP 2020: Saatnya Mengkudeta Marc Marquez, Ada 6 Pembalap Siap Berebut Gelar
  2. 6 Hari yang Mendebarkan bagi Valentino Rossi
  3. Dibalik Naiknya Power Ducati Hingga 300 HP, Ada Perselisihan Jenderal dan Pasukannya!
  4. Wah, Ducati dan Honda Gunakan ‘Teknologi 1 Dekade MotoGP’ untuk Memberangus Kawasaki
  5. Kenapa Motor dengan Mesin V-4 Lebih Cepat daripada Inline-4 di MotoGP?
  6. Filosofi Nan Cerdik dari Ducati: Dari MotoGP ke WSBK dan Motor Produksinya
  7. Bagus Rem Nissin atau Brembo?

1 Comment

Leave a Reply