Demi Memperhalus Gaya Balapnya Selembut Mentega, Vinales Rela ‘Pindah Rumah’ ke Qatar!

RiderTua.com – Berita sebelumnya menyebutkan Maverick Vinales punya waktu 2 bulan untuk mengubah gaya balapnya, sambut MotoGP 2020. “Saya ingin bekerja sedikit pada gaya balap agar lebih halus dan membuat motor menjadi lebih cepat. Saya pikir saya bisa beradaptasi dengan cukup baik. Anda dapat melakukannya dengan motor kecil juga, ” kata Vinales dilansir media speedweek (30/11). Demi memperhalus gaya balapnya selembut mentega, Vinales rela ‘Pindah Rumah’ ke Qatar!

Demi Memperhalus Gaya Balapnya Selembut Mentega, Vinales Rela ‘Pindah Rumah’ ke Qatar!

Setelah menutup kompetisi MotoGP 2019 di peringkat ke-3 dunia dan menjadi pimpinan di semua sesi tes pra musim, Maverick Vinales punya rencana besar untuk tahun 2020. Dia akan pindah dari Andorra dan tinggal di Doha, Qatar. Dia akan bekerja sama dengan Qatar Motorsports Academy untuk mempromosikan pembalap muda baru bagi negara Arab dan berlatih di sirkuit Losail. Tujuannya adalah untuk meningkatkan gaya balapnya agar semakin halus. Selain itu dari sisi mental juga agar lebih siap untuk memperebutkan gelar dunia 2020.

Gaya Balap Lorenzo dan Quartararo Selembut Mentega

Bukan rahasia lagi gaya balap yang paling cocok dengan M1 adalah tipikal seperti Lorenzo dan Quartararo. Gaya mereka sangat-sangat halus dan lembut sesuai dengan motor Yamaha. Bahkan Franco Morbidelli mengakui sendiri bahwa motor “Yamaha MotoGP bike like butter to ride “.. Selembut mentega… Sudah pasti dengan gaya balap yang selaras akan membuat motor semakin cepat.. Demikian juga yang dilakukan Lorenzo dan Fabio.. Mungkin rencana Vinales adalah kesana…

Rencana Sudah Lama

Rencana pindah ke Qatar ini sudah ada sejak awal musim, pada GP Qatar. Ketika itu dia melihat struktur akademi dari dekat. “Saya berbicara dengan kepala trek dan mereka membuka pintu untuk saya kapan pun saya mau,” kata Vinales dilansir Speedweek.com. Maverick memiliki tempat tinggal di Andorra, tetapi di musim dingin salju menghalanginya untuk berolahraga di luar ruangan dengan kapasitas penuh.

Di Qatar dia sudah akan mulai berlatih dengan pembalap berpengalaman dan menjadi ‘sparring partner‘ juga disana. “Ada juga pembalap yang sangat berpengalaman yang dapat membantu … Mereka cepat dan saya perlu pembalap untuk mendorong saya. Bagi saya, berada di Qatar Motorsports Academy berarti meningkatkan, meningkatkan dan meningkatkan setiap hari. Ini adalah tujuan saya”.

“Kepindahan saya ke Qatar adalah bagian dari tekad saya untuk mengambil langkah maju secara fisik dan mental. Di fasilitas Qatar Motorsports Academy, saya bisa berlatih setiap hari sementara salju menutupi Andorra ”

Berlatih dengan Fasilitas Canggih

Dalam minggu-minggu mendatang, Maverick Vinales juga akan berkolaborasi dengan Aspire Academy for Sports Excellence, akademi pelatihan yang berteknologi maju dengan fasilitas mutakhir dan profesional kelas dunia. “Mereka memberikan latihan yang mana membantu saya menjadi lebih baik di atas motor. Saya pikir saya memiliki kesempatan untuk bekerja dengan program pelatihan yang sangat spesifik, terkait dengan apa yang kami lakukan ketika kami mengendarai MotoGP”.

Latihan Fisik dan Mental

Tidak hanya persiapan fisik, tetapi juga mental. “Tetap fokus secara mental sangat penting. Sebagai contoh, saya belajar untuk tetap tenang ketika kita sedang melewati masa-masa sulit. Nasihat seperti ini yang akan membantu saya meningkatkan kualitas hidup saya”, kata pembalap Spanyol itu. Yang mana pengalaman itu tidak saja berguna baginya sebagai pembalap, tetapi juga dalam kehidupan pribadinya..

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. Marah Karena ‘Ketidakadilan’ Alex Barros Pensiun dan Bubarkan Tim Balapnya!
  2. Berita Terbaru Casey Stoner: Kini Dia Berjuang Hadapi Sindrom Kelelahan Kronis
  3. Bocor, Rumor Honda dan Repsol Pecah Kongsi: Di MotoGP, Repsol Honda Menjadi Shell Honda?
  4. Pol Espargaro Berseloroh: Di KTM Saya Sudah Mencoba ‘Seribu Sasis’ !
  5. Stefan Pierer: Walau Mampu KTM Tak Mau Rekrut Marquez, Dia Tak Mau Motornya Disalahkan!
  6. Agostini: Untuk Kalahkan 15 Rekornya Marquez Harus Tetap di Honda dan Jangan Sembrono!
  7. Bos Ducati-KTM: Motor yang Mudah Tak Lagi Cukup untuk Menangkan Kejuaraan, Sindir Yamaha?

Be the first to comment

Leave a Reply