Takahiro Sumi : M1 Butuh Mesin Kuat Tanpa Kehilangan DNA Unik Yamaha !

0

RiderTua Blog – Takahiro Sumi adalah pimpinan proyek Yamaha MotoGP bertanggung jawab atas performa M1. Menganalisis musim 2019 dari kedua pembalapnya Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Menurutnya kurangnya top speed Yamaha semakin meningkat dibandingkan lawan. Sehingga keempat pembalap Yamaha berjuang lebih keras di balapan. Dan mesin merupakan masalah terbesar Yamaha dan di area itu mereka berusaha keras agar menjadi lebih baik di sisa musim ini.. Takahiro Sumi : M1 Butuh Mesin Kuat Tanpa Kehilangan DNA Unik Yamaha !

2017 YZR M1 Engine

Takahiro Sumi mengakui bahwa Yamaha membutuhkan mesin yang lebih kuat lagi. Pengembangan Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales berlanjut dan mulai menemukan titik terang. Setelah uji coba di Misano, kilatan cahaya pertama terlihat setelah lebih dari dua tahun ‘pingsan’ secara teknis. Namun Yamaha masih jauh dari tujuan yang diharapkan. Bergantinya bos proyek balap Takahiro Sumi membawa perubahan dalam filosofi operasional tim Yamaha. Namun kesenjangan antara Honda dan Yamaha masih tetap besar. “Kami tidak berada di tempat yang kami harapkan,” aku pemimpin proyek MotoGP itu.

Pabrik Jepang berlogo garputala itu tetap terpuruk menahan kekuatan luar biasa dari Marc Marquez. Untuk tahun 2020 Yamaha perlu secara signifikan meningkatkan performa M1, meningkatkan mesin dan penyaluran power. “Kami telah meningkatkan performa motor kami sejak tahun lalu, tetapi tidak bekerja dengan cara yang sama di semua trek,” kata Sumi via Speedweek.com.

Takahiro Sumi : M1 Butuh Mesin Kuat Tanpa Kehilangan DNA Unik Yamaha !

Kesenjangan top speed meningkat, dan merupakan masalah terbesar Yamaha. Kesulitannya terletak pada mendapatkan mesin dengan power kuat tanpa kehilangan keunikan besar dari M1, yaitu kemampuan manuver di tikungan.. Cornering speed yang sangat kuat adalah DNA unik Yamaha M1. Jika melihat sejarah, Yamaha tidak pernah menciptakan motor prototipe ( M1) tercepat di lintasan ( top speed). Tim Jepang itu selalu mengelola motornya untuk mendapatkan secara signifikan kekuatan motor di tikungan.

Tetapi pada musim 2019 jarak antara Yamaha dan rival kuatnya ( Honda dan Ducati) rata-rata 10 km / jam. Kesulitan bertambah, Valentino mengawali musim dengan baik, tetapi kemudian dia tersandung masalah dalam mengelola masa pakai ban ( boros ban). Sementara Maverick performanya tidak konsisten pada awal musim. Hanya di Barcelona dia menemukan sesuatu yang bagus dan mulai konsisten.

Artikel Terkait :

Leave a Reply