Marquez Tak Khawatir Siapa Lawan Paling Sengit di MotoGP 2018


RiderTua MotoGP – Gelaran balap berikutnya akan singgah di negara Tanggo, MotoGP Argentina. Melihat hasil tahun kemarin Yamaha Finish 1-2 Marc Maruqez merasa tidak gentar sedikitpun. Bisa jadi melihat performa motornya sudah membaik dibanding tahun lalu. Bahkan dia menyukai layout trek Argentina. Walau dia tidak akan melupakan tragedi MotoGP Argentina 2015. Marquez tak khawatir siapa lawan paling sengit di MotoGP 2018

Marc Marquez target gelar dunia 2018

Marc Marquez pastinya ingin kembali pertahankan gelar dunia MotoGP 2018. Sehingga perolehannya akan menjadi tujuh juara dunia, mendekati Valentino Rossi (9 gelar). Dengan usianya yang masih muda semua itu sangat mungkin terjadi. Tentunya akan ada banyak pembalap yang ingin menjegal Marc raih impiannya itu.

Marquez Tak Khawatir

Marc Marquez merasa tidak khawatir tentang siapa yang akhirnya menjadi saingan terberatnya, siapa yang menjadi rival paling sengit. Seperti dilansir  Speedweek (20/03/18),

“Tidak masalah melawan siapapun, saya hanya ingin memperjuangkan gelar dunia. Ini adalah tujuan saya. Saya tidak tertarik dengan nama-nama. Dovizioso adalah lawan terkuat saya tahun lalu dan juga tahun ini. Dia membuat awal yang baik, setelah pra musim yang solid. Tapi banyak pembalap yang juga cepat musim ini. Kami banyak berbicara tentang nama. Pada akhirnya kita selalu menemukan pembalap yang sama di barisan depan. Rossi, Vinales, Pedrosa memang ada di sana. Itu hanya balapan pertama, kami masih harus menunggu semua pembalap “.

Marquez memang sebutkan lawannya adalah Andrea Dovizioso, Valentino Rossi, Maverick Vinales dan Dani Pedrosa. ( Lorenzo tidak masuk) Walau jika Lorenzo sudah adaptasi dengan motornya dia akan cepat juga. Namun yang pasti Marc siap bertarung dengan siapa pun. Dia tidak takut siapa pun, dia paham dan sadar akan kekuatannya dan power Honda. Namun bukan berarti dia meremehkan semua, tetapi dia tahu bahwa jika dia mengelola kejuaraan dengan baik sampai akhir maka juara dunia ke-7 itu bukan sebuah impian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*