Jangan Asal Nylonong Langsung Belok Kiri Bos, Bisa Ditilang !

0
rambu-belok-kiri
(Foto: Kompasiana.com) rambu-belok-kiri

Pernahkan anda mengalami saat berada di perempatan atau pertigaan dan bermaksud belok kiri padahal saat itu sedang lampu merah? Mau terus belok takut salah mau berhenti juga takut salah nanti diklaksonin sama kendaraan lain. Hati jadi galau, mau langsung belok kiri apa berhenti nunggu lampu hijau baru belok ya ? Jangan Asal Nylonong Langsung Belok Kiri Bisa Ditilang.

Baca juga: Gak Tertib Lalu Lintas… NDESOOO…!!!

Undang-Undang No 22 Tahun 2009

Masih ingat istilah “Bekibolang” singkatan belok kiri boleh langsung ? Nah, tahukah anda jika tidak semua persimpangan jalan menerapkan aturan ini. Ada jalan-jalan tertentu yang tidak membolehkan anda langsung belok ke kiri.

Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 112 ayat 3. Yang menjelaskan bahwa pada persimpangan jalan yang dilengkapi pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung belok kiri.

Kecuali ditentukan oleh rambu-rambu lalu lintas dari alat pemberi isyarat lalu lintas. Biasanya tulisan ‘belok kiri langsung’ atau ‘belok kiri jalan terus’ yang dipasang tepat dibawah lampu lalin sebelah kiri jalan. Kalo di persimpangan tidak ada tulisan itu maka anda ‘wajib’ berhenti dan menunggu lampu hijau baru boleh belok kiri.

Jika anda melanggar maka siap-siap diganjar tilang dengan denda Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan penjara. Jadi jangan asal belok kiri, waspada jika melintas di persimpangan jalan lihat baik-baik rambu/himbauannya.

Leave a Reply