Sopir Angkot Zaman Now Gak Pake Ngetem Gak Kejar Setoran dan Beretika

Sopir Angkot Zaman Now Gak Pake Ngetem Gak Kejar Setoran dan Beretika – Dalam rangka memperbaiki kualitas angkutan umum, Organda DKI Jakarta akan merevitalisasi armada angkot. Tak hanya unit angkotnya yang diganti menggunakan mobil low MPV (Avanza, Wuling, dkk) tapi juga kualitas sang pengendara alias sopirnya.

Pelatihan dan Sertifikasi Sopir Angkot

Sering terjadi banyaknya angkot yang parkir berjam-jam untuk ngetem sambil nunggu penumpang, alhasil jalan pun jadi sesak akhirnya bikin macet. Belum lagi angkot yang ugal-ugalan dan rebutan penumpang di jalan karena memang dikejar setoran.

Untuk memperbaiki kualitas para sopir angkot ini, pihak Organda DKI mengharap pemerintah DKI Jakarta bersedia mengadakan pelatihan pendidikan bagi para sopir angkot ini. Dan sertifikasi buat para sopir angkot ini. Jadi dalam pelatihan ini diharapkan akan menerbitkan sertifikat bagi sopir-sopir angkot yang tak hanya mahir membawa kendaraan tapi juga lolos pendidikan etika dan moral sekaligus.

Pelatihan itu meliputi pendidikan etika dan moral serta memperbaiki performa penampilan sopir angkot. Sopir angkot zaman now harus memiliki etika yang santun dan disiplin tak melanggar lalu lintas sekaligus berpenampilan menarik tak lagi kucel dan bau keringat.

Sopir-sopir angkot ini nantinya akan mendapat gaji bulanan. Pemerintah DKI menginginkan para sopir ini lebih mengedepankan kenyamanan dan keamanan penumpang.

Dengan armada angkot yang nyaman ber-AC, tak uyel-uyelan dempet-dempetan, tak ngetem berjam-jam, tak ugal-ugalan, berpenampilan rapi diharapkan masyarakat bisa beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Baca juga: Avanza dan Wuling Jadi Angkot, weladalah !

 Tanggapan Organda DKI Jakarta

Shafruhan Sinungan selaku Ketua Organda DKI Jakarta mengatakan

“Enggak ada yang ugal-ugalan kan enggak ngejar setoran. Dengan demikian otomatis karena mereka (sopir angkot) sudah punya penghasilan pasti. Kalau sudah punya penghasilan pasti bawa mobilnya lebih nyaman”

Melalui program OKTrip, para pengusaha angkot akan dibayar per kilometer (layaknya mobil taksi) jadi tak ada istilah kejar setoran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page