Kawasaki Recall Z125 PRO Karena Kesalahan ECU Fuel Injection, Hampir 10 ribu unit..!!!

Lagi bertambah deretan sepeda motor yang terkena masalah di tahun 2017 ini. Kawasaki recall Z125 PRO karena kesalahan ECU Fuel Injection. Sekali lagi ini bukan hal yang tabu. Justru dengan adanya tanggung jawab ini maka konsumen akan nyaman dengan merk tersebut.
Namun anehnya kenapa justru di negara maju seperti Amerika banyak dijumpai kasus Recall.?

Kawasaki Recall Z125 PRO Karena Kesalahan ECU Fuel Injection
Kawasaki Z125 Pro

Pengaturan ECU Bahan Bakar Tidak Tepat

Alasan ditariknya kembali untuk diperbaiki varian Kawasaki Recalls Z125 Pro adalah karena pengaturan bahan bakar ECU yang Tidak Tepat.
Pengaturan sistim injeksi bahan bakar dari sisi ECU dengan model terbaru dari  Z125 Pro dan Z125 Pro KRT disinyalir dapak menyebabkan sepeda motor mogok/ mesin mati. Kawasaki akan menarik sejumlah 9.914 unit model akhir dari seri Z125 Pro dan Z125 Pro KRT.

Berikut file laporan Recall itu ke NHTSA(National Highway Traffic Safety Administration) di Amrik.

  • Tanggal Penerimaan Laporan: 1 Desember 2017
  • Nomor  Laporan NHTSA: 17V774000
  • Komponen yang bermasalah : Sistem Kelistrikan, Sistem Bahan Bakar
  • Potensi Jumlah Unit yang Terkena Dampak: 9.914 unit
  • Produsen: Kawasaki Motors Corp., U.S.A.
2018 Z125 PRO KRT EDITION
2018 Z125 PRO KRT EDITION

Dengan kondisi ini Kawasaki Motors Corp., U..S.A. (Kawasaki) akan menarik kembali sepeda motor seri Z125 PRO & PRO KRT edisi 2017-2018, dengan model BR125JHF dan BR125JJF. Kesalahan itu terjadi pada Unit Kontrol Elektronik (ECU) yang disinyalir memiliki pengaturan yang tidak semestinya untuk injeksi bahan bakar, yang memungkinkan mesin bisa mogok. Sehingga hal mini dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk mengatasi hal ini Kawasaki akan memberi tahu pemiliknya, dan dealer akan mengganti ECU secara gratis. Pabrikan belum memberikan jadwal pemberitahuan. Namun pemilik dapat menghubungi layanan pelanggan Kawasaki.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*