110 Tahun Daihatsu, Dari Bemo Klasik hingga Mobil Penumpang

110 Tahun Daihatsu, Dari Bemo Klasik hingga Mobil Penumpang
(foto: wikipedia) 110 Tahun Daihatsu, Dari Bemo Klasik hingga Mobil Penumpang

Sebagai produsen terbesar kedua di Indonesia setelah partnernya Toyota, Daihatsu sudah menjalankan produksi mobil sejak tahun 1907. Ada yang menyebut bahwa merek ini merupakan yang tertua di Jepang.

Sama seperti Mitsubishi, awalnya Daihatsu merupakan perusahaan mesin. Hingga era Showa, mereka kemudian mulai merakit mesin untuk motor roda tiga dan mobil. Mesin pertama yang dibuat yaitu mesin pompa diesel LH25, yang digunakan untuk mengalirkan air ke sawah.

Periode 1950-1960, Daihatsu memberanikan diri melaju ke bidang otomotif, dengan produk pertamanya yaitu Midget. Bemo ini merupakan ‘mbah buyutnya’ produk mobil Daihatsu yang hadir sekarang. Saat itu, Midget dipakai sebagai kendaraan pengangkut barang.

110 Tahun Daihatsu, Dari Bemo Klasik hingga Mobil Penumpang
(foto: wikipedia) 110 Tahun Daihatsu, Dari Bemo Klasik hingga Mobil Penumpang

Kemudian, setelah tahun 1960, Fellow menjadi mobil berpenumpang pertama dari Daihatsu. Penampilannya yang kotak membuatnya terlihat seperti mobil Inggris pada masa itu. Fellow dilengkapi dengan mesin 356 cc. Variannya lebih banyak, ada Fellow L37, Fellow Max, Fellow Max Hartop, Fellow Buggy dan Max Coure. Fellow Max dan Max Coure sendiri kemudian disebut Daihatsu Max.

Periode 1970-2000, Charade menjadi mobil paling populer di masanya. Tak seperti pendahulunya, usia Charade lebih lama bertahan hingga tahun 2000-an. Bahkan memenangkan penghargaan sebagai Motorfan Car of Year.

Setelah Charade, Daihatsu Hijet, Taff, Mira dan lainnya menyusul. Hijet kemudian sampai di Indonesia. Sejak saat itu, Daihatsu kemudian mengembangkan inovasinya untuk membuat berbagai produk hingga saat ini, seperti Xenia dan Gran Max.

Be the first to comment

Leave a Reply