Pertempuran Kubikasi (cc) motor dan mindset konsumen..??




Pertarungan motor bukan hanya di merk,varian… saja bahkan di kapasitas dapur pacupun terjadi pergolakan..lalu peperangan seperti apa yang terjadi..yah tentu antara efisiensi bahan bakar dan performa akan saling berebut hati konsumen..mana yang lebih diterima pasar dan jadi kemauan konsumen maka tak ayal produsen harus tunduk dan ikut meng’amin’i kemauannya..

Apabila konsumen yang mengutamakan keiritan secara umum maka pabrikan akan membuat motor dengan komposisi 80% irit 20% performa… itu yang akan laris… ambil contoh beberapa negara yang motor 50cc masih diminati…

50cc= kelas mocil,motor buat anak-anak secara tenaga yang dihasilkan juga tidak terlalu besar,rata2 produsen tanah air malas bermain dikelas ini…

100cc= pada awalnya ini jadi idolanya pabrikan yang orientasinya efisiensi..sehubungan dengan pergeseran mindset konsumen roda dua ..belakangan juga ditinggalkan

110cc= adalah upaya untuk menghadapi gempuran image motor  yang naik 15cc…

115cc= adalah strategi  untuk ‘menenggelamkan’ kelas 100cc dan terbukti berhasil… kelas 100cc naik kelas ke 110cc untuk varian terendahnya..

125cc=kelas tangguh sebelum naik ke kelas 150cc..

135cc= sama dengan 115 cc adalah upaya untuk ‘mengebiri’ kelas 125 cc..

150cc= kelas empuk,kelas tangguh,ideal untuk motor sport… dari kelas ini akan lahir motor sport ideal yang masih banyak ruang untuk digali potensinya dengan utak atik teknologinya… DOHC dan SOHC…

200 cc= kelas  yang pernah meraja..

220cc=bekerja sama dengan 225cc menggerogoti kelas 200 cc..

250cc= kelas ‘elite’ untuk pasar Indonesia..diatas kubikasi ini 600cc,700cc dst…sudah semakin mengecil peminatnya selain karena harga yang melambung akibat bea pajak yang nyampai 75% …

21 Comments

  1. !10-125cc sudah menjadi genre motor irit dan fungsional, kalau mau banter pilih 150cc. Karena itulah blade kembali ke genre bebek dan sukses.

  2. untuk bebek yang multifungsi bagusan diantara 100 – 125 cc. klo sport antara 125 – 250 cc secara kasarnya tenaga lumayan, dan bensin ngga telalu boros jadi masih enak dipakai harian.

  3. Salah
    250cc = untuk orang yg belajar naik moge.
    600cc = buat orang yang suka trackday pake moge
    1000cc = orang yang gila speed freak !
    1000cc keatas = yang paling gila speed, touring, dan koleksi moge.

  4. harus sesuasi dengan harga dan nilai kopensasi yang di bayar dari sebuah produk. Kecewa sama dengan harapan yang tidak sesuai kenyataan. Tetapi kadang kita tidak menempatkan porsi suatu produk dalam tempatnya. Lingkup produk itu sendiri, untuk apa dan bagai mana, kita sering lupa, ketika bebek di buat medan off road ngak mungkin kan pak RT. Sama halnya ketika sepatu kantor di buat poersi mereka tidak akan mampu mengakomodir fungsi dari sepatu balap… Yang notabenya aspek safety menjadi nilai utama selain nilai estetika, suatu produk di buat dan di ciptakan memiliki nilai tersendiri bldan perintukan yang sesuai kelas yang mereka tuju….

Leave a Reply