Kala Musim Mudik Tiba..Saat derita akan Terasa..(Versi ridertua)

Bagaimana kalau seandainya ilustrasi diatas wanita itu adalah ibu(keluarga) kita…???

Judul diatas bukan sebuah puisi..tapi realita yang harus kita hadapi,kita alami, terutama bagi seorang perantau…yang mengais rejeki diluar kota jauh dari tempat kelahiran,kampung halaman… derita akan terasa kala musim mudik tiba….

Motor tak punya mobil apalagi..
Bagi kelompok ini angkutan umum pilihannya menderita kah..?… tentu saja..dengan kereta api.berjejal kadang harus berjibaku untuk mendapatkan tiketnya..belum kalau kena calo harus bayar lebih…naik Bis.sama saja..harus rela berdesak2an…belum kalau bawa anak istri….dihimpit digencet sana-sini…

Gak punya mobil cuma roda dua..
Saat mudik menjadi korban utama laka lantas..lepas dari kurangnya disiplin diri atau apa yang jelas keselamatan kelompok satu ini juga dipertanyakan…amankah?? Belum lagi infrastuktur jalan yang penuh lobang bukankah lebih tepat disebut “kobangan maut”..??

Kaya bermobil…
Yang inipun menderita..mosokk??? Tentu saja..apa macet berkilo2 dan berjam2 bukan suatu penderitaan…berapa liter bensin yang mengucur dikala macet sungguh betapa borosnya…???

Yang bisa terbang naik pesawat..
Apa tidak membengkak harga tiketnya..kala musim mudik..coba tanya harga tiket pas sekitar hari H…?? Berlipat..!! walau bagi yang berkantong tebal tidak terasa..tapi apa tidak juga disebut “derita”…
Kapankah musim derita itu akan berakhir…?? Haruskah anak cucu kita akan mengalaminya..kenapa tidak cukup berhenti sampai ke kita saja..???

Related Articles

26 COMMENTS

  1. sebetulnya enak jamanya gusdur,, bulan puasa libur total jadi bisa mudik lebih awal bisa mengurangi angka kemacetan dan antrian yang panjang mungkin langkah ini perlu di coba pada pemerintahan sekarang!

  2. the answer was simple: berdayakan kekayaan maritim kita
    Jalan luas membentang laut dan selat terbentang di seluruh penjuru kepulauan nusantara dan itu adalah milik kita..
    Perbanyak sekolah2 pendidikan dan kejuruan pelaut bangun infrastrukturnya jangan hiraukan ancaman para investor jalan tol , consorsium jalan raya dan maskapai penerbangan yg menarik diri dari jawa dwipa eh indonesia raya karena itu hanya omong kosong belaka sebab dimana ada gula pasti ada semut 😀

  3. Hidup ini adalah ibadah dan perjuangan,saya pikir ibu itu akan lebih menderita jika tidak mudik/pulang kampung,iso ngomong jalaran wis tau ngalami dewe,jenengan pripun bapake?

  4. dijalan memang penderitaan tapi kalau sudah sampai kampung halaman dan bertemu handai taulan hilang semua penderitaan berganti kebahagiaan hehe…. mengarang SD.com

      • lha itu kan kalo sendiri pak … kalo ma anak2 mah jangan cari yang desek2-an donk …
        intinya suasana mudik itu cuman ternyadi setahun sekali … emang menderita, tapi juga memberi sensasi tersendiri … demi pulang ke kampung halaman …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page