Jarak aman nyalakan lampu sein….???

Lampu tanda belok seringkali luput dari perbincangan kita seputar safety riding…padahal bila dicermati ada hal yang bisa digali dan dijadikan bahan kajian dalam aplikasi nyata sebuah upaya keselamatan dalam berkendara…

FUNGSI

Secara sederhana disimpulkan sebagai lampu tanda kendaraan akan belok..itu saja??? tentu saja tidak…untuk minta jalan ketika mau nyalip…cuma itu??? Ada lagi…kalau dua2 nya nyala artinya sebagai lampu hazard(bahaya) untuk mobil….ada lagi biar gak kena tilang :mrgreen:
Pada dasarnya baik sein depan maupun belakang harus berfungsi secara baik..nyala terang..warna sesuai aturan..bukan putih…kenapa warna merah disaat kabut lebih mudah terlihat….

JARAK

Nah ini yang menarik untuk diperbincangkan..jarak berapa meter dari tikungan harus dinyalakan…50m..100m…atau sesuai kecepatan??? Atau feeling saja???
Tentunya kita harus selalu waspada kalau mau belok dengan memanfaatkan spion kalau kondisi belakang padat/ ramai semakin cepat semakin baik untuk memberi kesempatan rider dibelakng kita waspada akan sinyal belok kita…
Soalnya kemarin baru saja saya lihat kecelakaan antara dua pengendara sepeda motor …sepeda motor yang satu ditabrak dari belakang…seru percekcokannya 🙂 yang pengendara depan merasa sudah pasang sein,merasa benar..yang dibelakang (yang hancur motornya karena yg ndolosorr) merasa motor yang didepannya nyalakan sein mendadak dan tiba2..mana yang benar???? Dua2nya salah he he he 😆 sama2 gak waspada….jaga jarak aman..

Ada pendapat atau pengalaman lain..monggo di share… keep safe and carefull riding

24 Comments

  1. lah aku cuek nyalain lampu sein jarak piro. Wong berkendara kudu konsen, moso pan belok kudu ngitung jarak lampu sein yo kesuwen.

  2. saya juga pernah nabrak orang gara2 dia telat nyalain sein….orang yang mau berangkat kampanye lagi….dari partai *AN

    kalo menurut saya, berapa pun kecepatannya, yang jelas 3 detik sebelum belok dah harus nyalain sein…

  3. Yang sering belok mendadak gak pakai sein dan gak pakai noleh biasanya aki-aki, muangkin karena sudah pikun, tapi masih nekat naik motor. Atau juga ABG alai yang baru bisa naik motor. IMHO

  4. Pengalaman pribadi, 2x celaka malam hari gara2x motor dari lawan arah belok nyebrang tidak menyalakan sein, yang lebih parahnya salah satunya boncengan ber3, tanpa helm, tanpa lampu utama, perempuan pula yang bawa… Huft.
    *makannya sekarang kalo ada perempuan abg bawa motor, bawaannya mau mendahului aja.
    **untung bukan mau meluk ya gan.. 🙂

  5. ada baiknya 50M mas!!!
    tapi ya kalau motor kita kecepatan lebih dari 70 km/jam ya mungkin bisa lebih dari 50M!!!
    hehe
    pengalaman pribadi, selain itu juga mempeajari/mengamati karakter pengendara sekitar!!

    ====================================================
    http://agungsevi.wordpress.com/2011/04/29/motoprix-kurang-sirkuitkah/

    http://agungsevi.wordpress.com/2011/04/26/setel-kemudi-pada-roda-4learn-never-stop/

    http://agungsevi.wordpress.com/2011/04/16/kawak-ksr-akan-menjadi-monster-cilik-2011/

  6. kalau sayah mah minimal 50 meter, bahkan 100 meter menjelang belokan pun udah dinyalain … lebih save lah … tapi yo liat-liat suasana juga sich … :mrgreen:

    • Tapi kalo di daerah pertokoan yang jalurnya searah, yang pinggir jalannya lahan parkir semua, suka dicegat ama tukang parkir loh. Dikirain kita pasang sein mau melipir buat parkir :mrgreen:

  7. kapan hari motor di depan yang mo belok malah pencet klakson panjang banget.. sontak yang di belakang juga kaget, termasuk dia sendiri sepertinya kaget.. 😆

    tapi pernah kok nyalain lampu sein kanan terus menerus sepanjang kurang lebih 10km malam-malam… 😎 soale bohlam lampu utama putus, ngga bawa cadangan.. 😳

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*