RiderTua.com – Tentu tidak mengherankan kenapa mobil seperti Super One bisa langsung jadi buruan banyak orang di Indonesia begitu modelnya dirilis akhir bulan Juli. Dengan harga yang lumayan terjangkau sudah bisa membawa pulang BEV bergaya retro-modern, apalagi fiturnya lumayan lengkap untuk hatchback seperti ini.
βΆDaftar Isi
Super One Terjual 46 Unit Bulan Lalu Karena Ini
Honda Super One dihadirkan untuk melawan banyak kompetitor di segmennya, yang kini membuat persaingan berjalan lebih ketat dari sebelumnya. Jelas ini tidak bisa dihindari lagi olehnya, mengingat kompetitornya sudah lebih dulu menghadirkan hatchback listrik di Indonesia. Tapi bukan berarti modelnya nggak bisa bersaing melawan BYD Atto 1 dkk, karena mobil barunya ini punya sejumlah keunggulan yang dimiliki.

Sebagai mobil listrik pertama yang dijual di pasarnya, Honda Super One menawarkan desain yang begitu unik dan menarik, memadukan kesan retro dan modern dalam satu model. Apalagi fiturnya lumayan lengkap untuk mobil seperti ini, seperti Boost Mode untuk memaksimalkan pengalaman berkendara bagi penggunanya. Bahkan dengan modelnya yang dijual sebagai hatchback BEV berukuran mungil, Honda bisa memberikan sensasi berkendara ala mobil sport melalui mode ini.
Dengan harga Rp 400 jutaan, jelas mobil seperti ini jadi incaran banyak orang di Indonesia, hanya saja unitnya dibatasi sebanyak 100 unit untuk tahun ini. Tetap saja, semua unitnya ludes terjual begitu pemesanannya dibuka, bahkan Honda mengaku masih mendapat pesanan lainnya meski unit tahun ini sudah sold out. Disebutkan mereka sudah mengumpulkan lebih dari 180 pesanan Super One dari konsumen Indonesia sejauh ini.

73 Unit Sudah Diimpor Dari Jepang
Sepanjang bulan lalu, Honda sudah mengirim 46 unit Super One ke konsumen, dan dengan ini total sudah ada 73 unit yang dikirim ke konsumen. Sebenarnya unitnya masih didatangkan langsung dalam bentuk CBU dari Jepang, dan untuk sekarang Honda masih menunggu apa mereka bisa merakitnya secara lokal disini atau tidak. Mereka nggak bisa merakitnya begitu saja tanpa harus melihat seberapa banyak peminat Super One di pasarnya.
Tapi dengan 27 persen unit yang belum dikirim ke konsumen, mereka bisa saja tidak terburu-buru mengirimnya ke konsumen, apalagi sebentar lagi semua stok untuk tahun 2026 bakal habis. Walau begitu, mereka masih harus menyiapkan stok untuk tahun depan, mengingat mereka terus mendapat pesanan Super One dari konsumen sampai sekarang. Sementara konsumen yang telat memesannya masih bisa mendapatkan unit tahun depan, namun belum jelas berapa unit yang akan disediakan.

Banyak Lawan yang Dihadapi
Honda Super One punya banyak lawan yang harus dihadapinya di Indonesia, tidak hanya Atto 1 dan Aira EV saja. Tentu ini berarti mereka harus menghadapi ketatnya persaingan di pasarnya mengingat banyak model yang ditawarkan dibanderol lebih terjangkau lagi, dan ini bisa terlihat dari harga Aira EV yang dipatok kurang dari Rp 200 juta. Malah Atto 1 yang dibanderol Rp 250 jutaan ke bawah masih laris manis terjual dan mencetak hasil penjualan yang sangat bagus.
Tapi setidaknya mereka bisa menjual mobil listrik pertamanya disini, karena sebelumnya mereka hanya menghadirkannya sebagai mobil sewaan. Model tersebut tidak lain adalah e:N1, dan sebenarnya model ini berupa HR-V versi listrik murni, tapi Honda sengaja tidak menjualnya di Indonesia begitu modelnya dihadirkan. Sebab mereka melihat nilai jualnya yang terlalu tinggi untuk mobil seperti e:N1, yaitu lebih dari Rp 1 miliar.

Sementara model sekelasnya dibanderol lebih terjangkau lagi dan tidak sedikit diantaranya sudah dirakit lokal. Untuk Super One sendiri, mereka masih harus melihat seberapa besar peluangnya untuk diproduksi di Indonesia melihat dari jumlah permintaan di pasarnya. Kalau peminatnya melebihi kemampuan impornya, Honda bisa saja mempertimbangkan produksi model CKD.
Honda sendiri sudah berpengalaman dalam merakit mobil hybrid disini, tapi sebagian besar model e:HEV masih diimpor dari luar negeri.












