RiderTua.com – Fabio Quartararo finis di posisi 21 atau terakhir pada sprint race hari Sabtu di Misano tertinggal 24,419 detik di belakang pemenang Marc Marquez (Ducati). Rider pabrikan Yamaha itu berharap situasinya membaik dalam race utama hari Minggu, karena berkat penalti posisi start Johann Zarco, dia naik satu posisi di grid start dimana dia start dari posisi ke-12.
Setelah start, Quartararo mampu mempertahankan posisinya bahkan di satu titik dia sempat berada di posisi ke-9. Pada akhirnya rider asal Prancis itu finis di posisi ke-10 tertinggal 23 detik di belakang pemenang Marc Marquez. Yah, meskipun hasil itu dia peroleh juga berkat beberapa pembalap yang gagal finis dalam balapan.
Fabio Quartararo: Di Sebagian Besar Balapan Saya Pakai Mapping 3, Bahan Bakar Mepet!

Fabio Quartararo mengungkapkan, “Saya tidak terlalu jauh tertinggal dari 6 besar. Namun, kami mengalami banyak masalah terkait konsumsi bahan bakar selama balapan. Saya tidak tahu alasannya. Lampu indikator dasbor saya terus-menerus berkedip, itu gila. Hal itu membuat saya bingung. Tapi saya yakin, kami sudah memaksimalkan potensi yang ada dan meraih hasil terbaik yang mungkin dicapai.”
Quartararo menjelaskan lebih rinci, bagaimana masalah bahan bakar memengaruhi balapannya. “Saat itu kami tidak bisa menggunakan seluruh tenaga mesin yang tersedia. Saya tidak tahu alasannya, tapi saya sangat kesulitan. Indikator saya terus-menerus menyala merah. Sejak awal, saya menggunakan tenaga yang lebih rendah daripada kapasitas mesin yang sebenarnya. Itulah sebabnya saya sangat lambat di trek lurus,” jelas juara dunia MotoGP 2021 itu.
Apakah hal itu memaksa Quartararo untuk memacu motor lebih keras demi mengimbangi lawan? “Motor punya 3 mapping mesin yakni Mapping 1 membuat motor menghasilkan tenaga yang paling besar, Mapping2 tengah-tengah, dan Mapping 3 menghasilkan tenaga paling kecil. Saya menjalani sebagian besar lap menggunakan Mapping 3, yang berarti performa saya sedikit di bawah potensi penuh kami. Namun, saya sebenarnya mampu membukukan catatan waktu sekitar 1:31,7 atau 1:31,8 menit jadi saya tidak terlalu lambat,” ungkap rider berusia 27 tahun itu.
Saat Quartararo beralih ke Mapping 3, apakah lampu merah pada dasbor hilang? “Tidak, lampu itu tetap menyala. Saat lampu merah menyala, ada kemungkinan kita tidak bisa menyelesaikan balapan. Jadi, bisa saja saya harus kembali ke pit karena bahan bakarnya habis. Saya tidak menyangka kami akan menghadapi kesulitan sebesar ini di sini, karena biasanya kami tidak terlalu kesulitan di trek ini. Namun, balapan di Austria nanti akan sangat berat bagi kami. Kami harus tahu, mengapa motor kami boros banget,” pungkas El Diablo kecewa.

BTW, Yamaha harus segera mencari solusi untuk masalah ini demi meraih hasil yang lebih baik di GP Austria yang akan digelar akhir pekan ini pada 18-20 September. Mengingat, Quartararo bisa finis ke-10 karena hanya 14 pembalap yang mampu menyelesaikan balapan hingga garis finis, sementara 7 pembalap lainnya gagal finis.
Usai balapan di Misano yang menjadi seri ke-14 musim ini, Quartararo berada di peringkat 15 dengan perolehan 61 poin atau hanya tertinggal 3 poin dari Diogo Moreira (LCR Honda) dan unggul 5 poin atas Franco Morbidelli (VR46 Ducati).












