RiderTua.com – Aprilia sepenuhnya menguasai podium di GP Inggris akhir pekan lalu. Massimo Rivola jelas sangat puas dengan hasil itu, mengingat dalam beberapa seri terakhir timnya terus dirundung masalah. Mulai dari insiden Jorge Martin yang menjadi pemicu crash massal di Catalunya, insiden Marco Bezzecchi yang menampar seorang marshal di Balaton Park, dan juga crash Bezz di Sachsenring yang membuatnya cedera.
Aprilia mengawali paruh kedua musim dengan sempurna. Para pembalap RS-GP menyapu bersih podium dalam dua balapan di Silverstone. Dalam klasemen pembalap Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura menempati 3 peringkat teratas sementara Raul Fernandez berada di peringkat 6. Dan Aprilia unggul 29 poin atas Ducati dalam klasemen konstruktor.
Massimo Rivola (Aprilia): GP Aragon Bisa Jadi Penentu dalam Perebutan Gelar Dunia
Dalam 10 seri tersisa, persaingan perebutan gelar dunia musim ini diprediksi akan semakin sengit. Tahun ini tidak ada satu pun pembalap yang mendominasi, jadi pertarungan memperebutkan juara dunia akan menjadi sangat seru dan menarik.
Massimo Rivola mengatakan, “Dulu, kami selalu kesulitan di paruh kedua musim. Tahun lalu, kami tampil sangat kuat. Namun, menurut saya tidak akan banyak perubahan antara paruh pertama dan kedua musim ini.”

“Ini terutama soal kondisi fisik pembalap. Jorge dalam kondisi fit. Sementara untuk Marco, untungnya kami punya waktu tambahan satu minggu sebelum Aragon agar dia bisa memulihkan diri. Namun, kita tahu bahwa Aragon adalah lintasan yang cocok dengan gaya balap Marc Marquez. Aragon bisa menjadi momen yang memberi kita gambaran tentang siapa saja kandidat juara yang sesungguhnya,” tegas bos asal Italia itu.
Saat ini RS-GP dianggap sebagai motor terbaik di lintasan. “Ada trek yang lebih cocok dengan motor kami, sementara trek lain lebih cocok dengan Ducati atau pembalap lain. Menurut saya, level kami setara. Namun keberhasilan kami mencapai level ini tak lepas dari kerja keras tim di Noale, karena sebelumnya gap performa kami cukup jauh. Fabiano (Sterlacchini) dan seluruh tim di Noale layak mendapatkan apresiasi yang tinggi. Kami bekerja sama dengan sangat baik dan yakin bisa mewujudkannya,” jelas Rivola.
Saat ini, semua pabrikan fokus untuk pengembangkan mesin 850cc yang akan digunakan mulai musim 2027. Di saat yang sama, motor 1000cc juga masih memerlukan peningkatan berkelanjutan untuk meraih gelar dunia MotoGP tahun ini. “Saya rasa kami akan tetap kompetitif hingga akhir musim 2026 dan juga tahun depan. Namun seperti yang saya katakan, kami akan kesulitan di beberapa sirkuit, sementara di sirkuit lain kami akan tampil kuat,” ujar Rivola.

Setelah menjalani sepertiga pertama musim yang sangat impresif, Marco Bezzecchi mengalami kemunduran performa dalam beberapa bulan terakhir. Rivola memuji mentalitas yang ditunjukkan rider berjuluk Simply The Bezz itu. “Ketika melihat seorang pembalap menampilkan performa balapan seperti itu setelah kesulitan yang dihadapinya pada pagi harinya, kita akan menyadari betapa besar mentalitas yang dia milikinya,” tegas Rivola.
BTW, Bezzecchi menangis usai finis di posisi ke-3 dalam sprint race di Silverstone. Dan setelah sukses mengamankan podium dengan finis ke-3, dia terlihat sangat kelelahan dan tak punya tenaga lagi usai menyelesaikan balapan 20 lap. Maklum saja, dia belum sepenuhnya fit saat menjalani balapan di Silverstone.
“Kami juga melihat hal sama pada Jorge tahun lalu. Sayangnya, kami adalah contoh nyata bagaimana cara bangkit dari situasi sulit dengan segenap hati. Jorge tahun lalu, Marco tahun ini. Dan sekali lagi, saya masih sangat kagum dengan pencapaian Marco pada hari Minggu di Silverstone,” pungkas Massimo Rivola (CEO Aprilia).

Saat ini Martin memimpin klasemen dengan perolehan 240 poin atau hanya unggul 31 poin atas Bezzecchi. Marc Marquez menjadi pembalap Ducati dengan peringkat terbaik di klasemen setelah menempati peringkat 4 dengan pengumpulkan 200 poin.












