RiderTua.com – Super One resmi dihadirkan di Indonesia sebagai mobil listrik pertamanya yang dijual di pasar. Malah kini harganya yang belum diumumkan, walau dipastikan hatchback BEV ini tidak dibanderol semahal model sekelasnya, atau paling tidak jauh lebih murah dari e:N1.
Super One, Hatchback Listrik Penantang Atto 1 Dkk
Honda Super One sudah menjadi model BEV yang paling dinantikan kehadirannya sejak pertama kali ditampilkan ke publik tahun lalu. Model ini menjadi satu dari beberapa calon mobil listrik terbaru yang dikembangkannya untuk dijual dalam beberapa tahun ke depan, dan Super One menjadi model pertama yang hadir di Indonesia. Nantinya akan ada lebih banyak model anyar lainnya yang dibawa ke sini, tapi untuk sekarang mereka

Jelas kehadirannya di GIIAS 2026 menjadi sorotan karena Super One menjadi mobil listrik pertama dari Honda yang dijual di pasarnya langsung. Sebelumnya mereka membawa SUV listrik e:N1 beberapa tahun lalu, dan memang modelnya menjadi model BEV pertamanya di Indonesia. Hanya saja e:N1 hanya disediakan sebagai mobil sewa, tidak dijual di pasarnya seperti model sekelasnya, dan kalaupun bisa dijual, harganya bisa tembus Rp 1 miliar.
Meski pasar SUV listrik masih sangat menjanjikan, Honda memilih menghadirkan Super One di Indonesia. Dari desainnya terlihat nggak jauh berbeda dengan modelnya yang ditampilkan di luar negeri tahun lalu, dengan desain retro-modern yang membuatnya tampil beda dari model sekelasnya. Apalagi warna ungu yang menjadi warna khasnya memberikan kesan yang cukup berbeda, dan desain interiornya juga cukup modern.

Harga Murah?
Meski sudah ditampilkan di GIIAS 2026, Honda Super One belum diumumkan harganya, dan ini mungkin terdengar cukup janggal. Seharusnya mereka bisa langsung mengumumkan harga resmi mobil listrik terbarunya ini, tapi mereka lebih memilih melakukannya di tanggal 5 Agustus nanti. Mungkin saja mereka masih belum memutuskan harga yang tepat untuk BEV terbarunya ini agar tidak mengecewakan konsumennya.
Di Jepang, modelnya dijual Rp 390 juta, itupun karena modelnya dirakit lokal, sementara Super One di Indonesia belum dipastikan apa modelnya bisa diproduksi disini atau tidak. Terlebih Honda hanya menyediakan 100 unit Super One untuk tahun ini, tapi untuk tahun-tahun ke depannya mereka bakal me-restock unitnya. Sepertinya mereka melakukan ini mengingat pasarnya yang berjalan cukup ketat, dan mereka mau mengetes seperti apa sambutan dari konsumen di segmennya.

Ada Peminatnya?
Apa yang dilakukan Honda ini mungkin ingin melihat seperti apa reaksi konsumen Indonesia terhadap Super One, walau itu sudah terlihat sebelum peluncuran resminya. Disebutkan mereka mendapati banyak konsumen yang menanyakan soal unitnya di sejumlah dealer, dan ini membuktikan kalau Super One sudah punya banyak peminatnya disini. Walau mereka belum bisa menghitung berapa banyak unit yang dipesan, bisa jadi jumlahnya melebihi unit yang disediakannya untuk tahun ini.
Sebagai mobil hatchback, jelas Super One punya banyak rival di segmennya, dan lawannya nggak bisa diremehkan begitu saja. BYD Atto 1 yang harus diwaspadai karena modelnya meraih gelar mobil listrik terlaris tahun lalu, dan performa penjualannya masih lumayan bagus meski sempat terganggu di bulan Maret dan Mei. Bahkan hasil penjualan yang didapatnya sempat turun drastis hingga di bawah angka 30 unit di bulan Mei lalu, tapi setelahnya penjualannya langsung pulih setelah dirakit lokal.

Lalu ada Geely EX2 yang juga tidak bisa diabaikan lagi mengingat modelnya menjadi salah satu BEV terlaris di kampung halamannya. Kemudian Chery Q yang dikembangkan untuk menghadang EX2 di China, sebelum akhirnya dibawa ke Indonesia untuk melengkapi lini produk elektrifikasinya. Belum lagi model lainnya seperti Changan Lumin dan BAIC T1 yang dihadirkan di segmennya.
Tapi Honda nggak dibuat tak berdaya oleh rival di segmen hatchback BEV di Indonesia. Mereka sudah membawa Super One yang menjadi andalannya untuk menghadang kompetitor di segmen tersebut, meski modelnya dijual dalam jumlah terbatas.












