Home Otomotif ‘Golden Era’ Mobil Listrik di China Berakhir Sejak Awal 2026?

    ‘Golden Era’ Mobil Listrik di China Berakhir Sejak Awal 2026?

    Mobil listrik BYD Song Ultra EV CarsGuide
    BYD Song Ultra EV CarsGuide

    RiderTua.com – Boleh dibilang mobil ramah lingkungan benar-benar laris manis di China, baik itu mobil PHEV maupun listrik. Tapi ini semua bisa dicapai berkat insentif yang didapat, dan insentif tersebut sudah tidak berlaku lagi sejak awal tahun ini, sementara muncul rencana model PHEV dan sejenisnya bakal tidak dibebaskan dari pajak.

    Daftar Isi

    Insentif Mobil Ramah Lingkungan Membantu Penjualan di China

    Mobil listrik hingga PHEV sudah cukup populer di Negeri Tirai Bambu dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan dari berbagai merek ternama. Dari BYD, Geely, Chery, GAC, sampai Wuling sukses menjual berbagai macam mobil ramah lingkungan disana dan mencetak hasil penjualan yang begitu memuaskan. Bahkan total penjualan mobil jenis ini juga menjadi alasan kenapa penjualan mobil energi terbaru atau New Energy Vehicle (NEV) di seluruh dunia naik drastis.

    Mobil listrik Geely EX2 Wonder Group
    Geely EX2 Wonder Group

    Namun kabar buruk datang dari China, dimana rencananya hampir semua mobil ramah lingkungan yang dijual disana tidak dibebaskan dari pajak mulai awal tahun depan. Artinya jelas kalau model BEV dan PHEV (serta varian extended range atau EREV/REEV) bakal dibanderol lebih mahal dari sebelumnya. Meski sebenarnya ini hanya berlaku untuk kendaraan komersial bertenaga listrik dan FCEV saja, ini masih bisa memberikan dampak serius.

    Sebab sejak awal 2026, mobil listrik sudah tidak mendapat insentif lagi karena masa berlakunya sudah habis. Akibatnya, penjualan mobil BEV disana mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, dan ini dirasakan oleh BYD. Bulan Mei saja penjualan yang didapatnya turun menjadi 22 persen dari tahun lalu di periode yang sama, dan ini sudah menjadi hasil yang cukup mengkhawatirkan.

    Mobil PHEV Geely Starray EM-i CarExpert
    Geely Starray EM-i CarExpert

    Mobil Penumpang BEV Nggak Terpengaruh?

    Walau semua mobil PHEV termasuk ke dalam daftar mobil yang tidak mendapat bebas pajak mulai 2027, mobil listrik malah tidak termasuk di dalamnya. Ini karena mobil jenis tersebut tidak punya kapasitas mesin, sehingga model BEV tidak bisa dikenakan pajak seperti model PHEV. Bahkan setelah insentifnya tidak diberlakukan lagi, mobil jenis ini tetap mendapat keringanan pajak sampai beberapa tahun ke depan.

    Namun sepertinya ini belum cukup kalau penjualannya terus menunjukkan penurunan, karena banyak konsumen yang mencari mobil lebih murah lagi. Agar bisa bertahan lebih lama di pasarnya, sejumlah merek mulai mengekspor mobilnya ke luar negeri, seperti yang dilakukan BYD belakangan ini. Terbukti dengan ekspornya yang mengalami kenaikan bulan Mei lalu, termasuk total penjualan yang didapatnya secara global sudah lebih baik dari hasil yang didapat secara domestik.

    BYD Atto 3 All New CarExpert
    BYD Atto 3 All New CarExpert

    Tingkatkan Penjualan Global

    Walau tren mobil listrik di China menurun drastis sejak awal tahun ini dan tidak lagi berada di era emasnya, bukan berarti era mobil BEV benar-benar berakhir. Karena mobil listrik tetap dibebaskan dari pajak, seharusnya ini bisa dijadikan kesempatan bagi produsen untuk meningkatkan performa penjualannya. Entah dengan cara memberikan diskon, merilis model anyar, atau menyegarkan model yang sudah ada, apapun demi memulihkan hasil penjualan yang didapatnya.

    Kalau dilihat, kendaraan yang tidak mendapat bebas pajak mulai 2027 hanya berlaku untuk kendaraan komersial jenis BEV dan PHEV, serta mobil berbasis sel bahan bakar atau FCEV. Sebenarnya kendaraan komersial BEV tidak memakai mesin bensin, jadi seharusnya kendaraan ini masih tetap bebas pajak, namun yang terjadi malah sebaliknya. Meski dianggap ramah lingkungan, karena masih memakai mesin konvensional, semua jenis mobil PHEV juga ikut kena getahnya.

    Merek Mobil listrik mobil sedan BYD Seal
    BYD Seal

    Pasar BEV masih tetap berkembang pesat di tengah menurunnya kondisi pasar global serta banyaknya model PHEV terbaru yang dirilis. BYD hingga Geely saling bersaing membawa model unggulannya ke sejumlah negara, termasuk di Indonesia, dimana mereka membawa mobil listrik andalannya masing-masing. Entah itu mobil SUV, MPV, atau hatchback, semuanya disambut baik konsumen.

    Penjualannya yang menurun di kampung halamannya bukan berarti mereka berhenti jualan BEV begitu saja. Mereka ingin memberikan yang terbaik bagi konsumen baik di dalam maupun luar negeri.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini