Home MotoGP Duel Marc Marquez Vs Fabio Di Giannantonio di Assen, Mirip Duel Marquez...

    Duel Marc Marquez Vs Fabio Di Giannantonio di Assen, Mirip Duel Marquez Vs Valentino Rossi Pada 2015

    Fabio Di Giannantonio - Marc Marquez
    Fabio Di Giannantonio - Marc Marquez

    RiderTua.com – Marc Marquez menghadapi akhir pekan yang sulit di GP Belanda dua pekan yang lalu. Rider Ducati Lenovo itu hanya mampu mencetak 13 poin dalam 2 balapan di Assen setelah finis ke-6 dalam sprint dan ke-7 dalam race utama. Dari luar, hasil tersebut tampak jauh dari target seorang Juara dunia 9 kali. Namun jika dilihat dari konteks yang lebih luas, sebenarnya Marquez meraih hasil yang cukup penting untuk bisa kembali terlibat dalam perebutan gelar dunia musim ini setelah mengalami cedera parah.

    Pengamat MotoGP sekaligus mantan pembalap Neil Hodgson mengatakan, “Dia tampak kesal setelah balapan. Tapi itu reaksi normal karena Marc tidak terbiasa finis di posisi bawah dalam balapan. Tetapi pada Senin pagi dia bangun dengan pikiran, ‘Wow, ini akhir pekan yang luar biasa’.”

    Duel Marc Marquez Vs Fabio Di Giannantonio di Assen, Mirip Duel Marquez Vs Valentino Rossi Pada 2015

    Dengan hasil itu, setidaknya Marc Marquez berhasil mempertahankan peringkatnya di klasemen. Untuk sirkuit yang tergolong tidak cocok dengan gaya balapnya dan juga mengingat kondisi fisiknya yang belum 100 persen fit, hasilnya di Assen cukup menggembirakan.

    Valentino Rossi - Marc Marquez Assen
    Valentino Rossi – Marc Marquez Assen

    Neil Hodgson menjelaskan, “Kalau dipikir-pikir, itu adalah akhir pekan yang menguntungkan untuk perebutan gelar dunia bagi Marc Marquez. Dia memulai akhir pekan dengan defisit 40 poin dan mengakhirinya tetap dengan tertinggal 40 poin. Sebelum balapan akhir pekan dimulai, mereka pasti sudah membayar mahal untuk hasil tersebut.”

    Sirkuit TT Assen memiliki banyak tikungan cepat dengan perubahan arah yang terus menerus, sesuatu yang sangat menuntut fisik bagi seorang pembalap yang masih dalam masa pemulihan dari cedera seperti Marquez. Menurut Hodgson, cedera membuat Marquez tidak bisa tampil dengan kemampuan maksimalnya.

    “Kami tahu itu akan menjadi trek yang sulit baginya. Semua pembalap yang dia lawan tahu itu akan menjadi trek yang sulit baginya, dan memang terbukti demikian. Secara fisik dia belum cukup fit atau cukup kuat untuk berkendara hingga batas maksimal di sana karena perubahan arah yang begitu cepat. Pembalap biasa tidak bisa balapan hanya dengan satu setengah lengan, dan dia membuktikannya kalau dia bisa,” tegas Hodgson.

    Duel Fabio di Giannantonio - Marc Marquez - Assen Belanda 2026
    Duel Fabio di Giannantonio – Marc Marquez – Assen Belanda 2026

    Namun satu hasil buruk saja tidak bisa mengubah penilaian keseluruhan musim. “Secara keseluruhan, itu bukanlah akhir pekan yang spektakuler. Tetapi tidak ada yang ingat apa yang terjadi di Assen. Satu-satunya yang diingat hanyalah nama yang terukir di trofi perak yang indah itu. Marquez mengambil langkah besar untuk menambahkan satu trofi lagi,” imbuh Hodgson.

    Selain itu Neil Hodgson juga menyoroti duel antara Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez pada race utama di Assen. Dimana duel tersebut membuat Marquez melebar jauh ke luar lintasan, sementara Diggia terpaksa harus memotong chicane (shortcut) agar tidak bersenggolan. Manuver agresif Diggia tersebut mengingatkannya pada duel epic bersejarah antara Marquez dan Valentino Rossi.

    “Memang mirip. Saya teringat ke masa lalu. Tahun berapa itu, 2015? Lihatlah gerakannya. Maksud saya, itu manuver late braking dari Diggia. Marc mencoba menahannya, dan itu persis sama. Senang bisa melihatnya kembali,” ujarnya.

    Marc Marquez - Fabio di Giannantonio
    Marc Marquez – Fabio di Giannantonio

    Hubungan Diggia dengan Marquez memang tidak terlalu dekat, sehingga persaingan terasa semakin panas. Dan menurut Hodgson, hukuman long lap yang diterima Diggia sudah fair bukan karena senggolan dengan Marquez melainkan karena memotong chicane.

    “Kita tahu bahwa hubungan Diggia dan Marc tidak dekat. Itu adalah manuver agresif, dia berada di ambang batas. Jika kita melihat apa yang kita pelajari dari balapan pertama tahun ini, saya rasa Diggia memang pantas dihukum. Saat terjadi kontak, dia tidak bisa menghentikan motornya. Dia keluar lintasan, tetapi semua ini wajar dalam hal ‘cinta dan perang’,” pungkas Neil Hodgson.

    Marc Marquez sendiri setuju dengan keputusan Race Direction. Juara dunia 9 kali itu menegaskan bahwa hukuman yang diberikan kepada Diggia tersebut bukan disebabkan oleh senggolan yang terjadi, tetapi untuk aksinya memotong chicane. “Race Direction menganggapnya sebagai insiden balap biasa. Dia dihukum karena memotong chicane, bukan karena kontak. Jadi saya setuju dengan keputusan mereka,” pungkas rider Ducati Lenovo itu.

    Fabio di Giannantonio - Marc Marquez
    Fabio di Giannantonio – Marc Marquez

    Saat ini Diggia masih menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen dengan menempati peringkat 3, sementara Marquez di peringkat 5. Diggia yang tahun depan akan pindah ke tim pabrikan KTM hanya tertinggal 16 poin dari pemimpin klasemen yang baru Jorge Martin, sementara Marquez tertinggal 40 poin.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini