Jorge Martin Tak Pernah Merasa Terpenuhi di Aprilia, Aleix Espargaro Ungkap Penyebab Hijrah ke Yamaha
RiderTua.com – Di tengah persaingan gelar MotoGP 2026 yang makin panas, Jorge Martin malah jadi pusat perhatian bukan cuma gara-gara performanya di atas lintasan, tapi juga soal masa depannya. Pas pembalap asal Spanyol ini berhasil ngerebut puncak klasemen sementara, muncul pengakuan menarik dari Aleix Espargaro yang ngebongkar alasan di balik keputusan Martin ninggalin Aprilia. Kata Aleix, Martin sebenernya nggak pernah ngerasa bener-bener terpenuhi selama ngebela pabrikan asal Noale tersebut.
Aleix Espargaro Bongkar Alasan Jorge Martin Tinggalkan Aprilia: Tak Pernah Merasa Benar-Benar Puas
MotoGP 2026 sendiri sekarang udah nuntasin 10 dari total 22 seri yang dijadwalin. Persaingan buat rebutan gelar juara dunia pun makin terbuka lebar setelah hasil MotoGP Belanda di Assen kemarin ngerubah peta klasemen. Pergantian posisi pemimpin klasemen ini jadi bukti kuat kalau perebutan gelar juara musim ini masih jauh banget dari kata selesai.

Martin jadi sosok yang paling diuntungkan dari perubahan tersebut. Ia kini memimpin klasemen dengan koleksi 193 poin setelah memanfaatkan penurunan performa rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi. Dalam tiga balapan terakhir, Bezzecchi gagal meraih poin sehingga harus turun ke posisi kedua dengan selisih tujuh angka dari Martin.
Pencapaian itu terasa semakin istimewa jika melihat perjalanan Martin dalam dua musim terakhir. Musim 2025 diwarnai berbagai cedera yang hambat kariernya, sementara awal musim 2026 juga tak berjalan sesuai harapan. Ia harus jalani operasi pada tulang selangka dan skafoid, cedera yang membuatnya absen dalam tes pramusim di Sepang sekaligus kehilangan waktu persiapan yang sangat berharga.
Namun, perlahan Martin mampu membalikkan keadaan. Setelah melewati masa sulit akibat cedera, ia kini kembali berada di posisi terdepan dalam perebutan gelar dunia. Peluang untuk meraih gelar juara pun kembali terbuka lebar.

Jika mampu mempertahankan performanya hingga akhir musim, Martin berpeluang koleksi gelar dunia ketiga sepanjang kariernya. Khusus di kelas MotoGP, itu akan jadi gelar keduanya setelah sukses jadi juara dunia bersama Pramac pada 2024. Lebih dari itu, gelar tersebut juga berpotensi jadi penutup yang sempurna sebelum dirinya akhiri kebersamaan dengan Aprilia.
Di tengah situasi tersebut, Aleix Espargaro ikut memberikan pandangannya mengenai perjalanan Martin. Berbicara dalam sebuah acara bersepeda bersama Lidl-Trek di Barcelona, Aleix ulas tak hanya peluang Martin meraih gelar juara dunia, tetapi juga keputusan besar yang telah diambil pembalap tersebut untuk bergabung dengan Yamaha.
Aleix ngaku sangat senang melihat Martin mampu memimpin klasemen sementara. Ia berharap rekannya itu bisa ubah posisi tersebut jadi gelar juara dunia bersama Aprilia. Menurutnya, pencapaian seperti itu akan jadi sesuatu yang sangat spesial karena merupakan prestasi yang tak pernah berhasil ia raih selama membela tim tersebut.

Meski demikian, Aleix memahami keputusan Martin untuk cari tantangan baru. Menurutnya, kepindahan ke Yamaha bukan sekadar soal berganti seragam atau cari motor yang berbeda, melainkan berkaitan dengan peran yang diinginkan Martin dalam sebuah proyek jangka panjang.
Menariknya, Aleix ungkapkan bahwa Martin tak pernah merasa benar-benar terpenuhi selama berada di Aprilia. Bukan karena kurang kompetitif di lintasan, melainkan karena ia inginkan posisi sebagai sosok utama yang memimpin pengembangan sebuah pabrikan Jepang. Kesempatan itulah yang dinilai tersedia di Yamaha.
Karena itulah, Aleix menilai keputusan Martin hijrah ke Yamaha bisa jadi langkah yang sangat cerdas, terutama jelang diberlakukannya regulasi baru MotoGP. Perubahan besar dalam aspek teknis diyakini akan membuka peluang baru bagi setiap pabrikan, sehingga posisi sebagai pemimpin proyek jadi nilai yang sangat penting bagi seorang pembalap.

Sementara itu, pembahasan mengenai perebutan gelar dunia juga tak luput dari perhatian Aleix. Meski Marc Marquez baru saja alami hasil kurang memuaskan di MotoGP Belanda, ia tetap anggap pembalap Ducati tersebut sebagai ancaman terbesar bagi Martin dalam perebutan gelar musim ini. Penilaian itu tak berubah, meskipun Marco Bezzecchi sempat memimpin klasemen sebelum kehilangan banyak poin dalam tiga balapan terakhir.
Di sisi lain, Aleix juga ngasih pujian nih buat Pedro Acosta. Menurut dia, pembalap muda KTM itu adalah salah satu dari tiga talenta terbaik yang ada di MotoGP sekarang. Aleix percaya kalau performa Acosta musim ini lebih banyak ketahan sama motor yang dia pakai, bukan karena kemampuan balapnya yang kurang. Makanya, Aleix yakin banget kalau Acosta bakal jadi salah satu kandidat kuat buat rebut gelar juara dunia di musim depan.
Pada akhirnya, cerita tentang Jorge Martin musim ini nggak cuma soal perjuangannya buat bangkit dari cedera atau peluangnya ngeraih juara dunia aja. Pengakuan dari Aleix Espargaro ngasih liat kalau di balik performa impresifnya bareng Aprilia, Martin ternyata masih ngerasa ada sesuatu yang belum bener-bener terpenuhi. Hal itulah yang bikin kepindahannya ke Yamaha dinilai bukan sekadar ganti tim biasa, tapi lebih ke usaha buat nyari peran yang selama ini dia dambain, yaitu jadi pemimpin utama dalam sebuah proyek besar di MotoGP.















